Home Palembang APJI Lestarikan Kebudayaan Palembang yang Nyaris Punah

APJI Lestarikan Kebudayaan Palembang yang Nyaris Punah

19
0
SHARE

PALEMBANG, BS – Ditengah kemajuan jaman, banyak kebudayaan Palembang yang nyaris punah tergerus perkembangan jaman, salah satunya yakni tradisi makan hidang.

Untuk menjaga dan melestarikan tradisi tersebut, DPC Asosiasi Perusahaan Jasaboga Indonesia (APJI) Palembang menggelar kegiatan tradisi makan hidang dilaksanakan di rumah Limas, Jalan Demang Lebar Daun, Rabu (14/2).

Sejumlah kegiatan khas kebuayaan Palembang digelar dalam kegiatan ini. Mulai dari budaya pernikahan seperti adat arak-arakan saat pengantin datang, cacap-cacapan, hingga makan bersama dengan cara dihidangkan. Tampak para tamu yang hadir terbawa dalam nuansa khas Palembang.

Yang mana dalam kegiatan ini para tamu dipersilahkan duduk berkelompok, yang mana mereka akan dihidangkan sejumlah makanan untuk dinikmati secara bersama.

Makanan yang disiapkan bukanlah makanan modern melainkan makanan khas Palembang seperti, nasi minyak, daging malbi, ayam kecap, dan beberapa makanan lainnya.

Ketua DPC APJI Palembang,‎ Sulaiha ‎menerangkan, banyak manfaat yang akan dirasakan para tamu dengan makanan secara ngidang, salah satunya mempererat tali silaturahmi antar tamu yang datang.

Karena dengan duduk berkelompok sembari menikmati sejumlah makanan, membuat mereka memiliki waktu untuk saling bercerita dan mengenal satu sama lain.

“Kalau selama inikan makan secara prasmanan, sudah ngambil makan, makan sendiri-sendiri, terus pulang. Tapi kalau inikan, kiat memiliki kesempatan untuk saling ngobrol sambil makan, jadi lebih berkesanlah,” terangnya saat dibincangi

Menurut Sulaiha, ide untuk membudayakan kebudayaan yang hampir punah ini tercetus, saat mereka menyadari jika khusus makan secara hidangan ini sudah hampir punah.

Padahal menurutnya, kebudayaan seperti ini merupakan hal yang penting untuk dilestarikan.

Untuk itulah, APJI kota Palembang memiliki beban tersendiri untuk melestarikan budaya ini. APJI semakin bersemangat, karena kegiatan ini sangat didukung oleh Pemerintah Kota (Pemkot) maupun Pemerintah Provinsi (Pemprov).

“Sebenarnya ini acara terusan ya. Desember lalu kita akan acara di OPI Mall, tapi makan-makanan ringan khas Palembang y, nah sekarnag ini akan gelar makan hidangan, budaya lama yang hampir punah,” jelasnya.

Sulaiha menerangkan, makan secara hidang ini merupakan hidangan yang disiapkan secara gotong royong.

Orang-orang yang mempersiapkan inipun cukup banyak. Mulai dari menyiapkan taplak meja untuk tempat lauk pauk, serta menyiapkan makanan-makanan yang disusun secara rapi.

“Bahu membahu jadi. Kalau cara makan sih sebenarnya tidak jauh beda ya. Tapi biasanya, sambil ngobrol kita ambil ayam, terus ngobrol lagi ambil daging. Jadi lama bisa ngobrolnya, terjalin silaturahmi ini,” tegasnya.

Sementara Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan (Sumsel), Irene Camelyn Sinaga menerangkan, dari tinjauan budaya, pelestarian kebudayan ini sangat penting, apalagi dilakukan oleh masyarakat tanpa adanya bantuan maupun dana dari pemerintah.

“Ini nilai penting ya, mereka menyelenggaran pra nikah, suap-suapan, suguhan ngidang tadi, ini hal yang luar biasa, sangat menyentuh,” katanya.‎

Sedangkan ditinjau dari aspek pariwisata. Irene menyebutkan, kegiatan seperti ini merupakan sebuah atraksi yang seksi bagi wisatawan untuk datang lebih lama dan menghambiskan atau membelanjakan uangnya di Sumsel.

“Kedepan kita akan bekerjasama dengan APJI untuk mengembangkan ini,” terangnya.

Bahkan Irene menyebut, pada perhelatan Asian Games 2018 makan secara ngidang ini akan dihadirkan dalam paket wisata Indonesiana yang akan digelar mulai 8 Agustur-9 September 2018 mendatang.

“Inikan suatu pelestarian kebudayaan yang mampun mendatangkan mancanegara, pasti akan kita libatkan,” tegasnya.(ria)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here