Home Headline Bocah Dihargai Rp 20 Juta, Tidur Pulas dalam Dekapan Sang Bibi

Bocah Dihargai Rp 20 Juta, Tidur Pulas dalam Dekapan Sang Bibi

27
0
SHARE

PALEMBANG,BS – Hazmiah Aura Sabiah  bayi yang berusia empat bulan, Selasa (23/1/2018) siang, tidur pulas diteras rumah berlantai tanah dalam dekapan gendongan bibinya, meski ditengah ramai kedatangan pejabat dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang  yang ingin melihat langsung bayi berjenis perempuan buah hati dari pasangan suami istri Fatimah alias Yanti dengan Junaidi ini.

Rumah tua bekas sisa pergudangan yang langsung membelakangi Sungai Musi dikawasan pergudangan Gudang Garam, jalan Ali Gatmir mess Kodam Kelurahan 13 Ilir Kecamatan Ilir Timur Satu, Hazmiah menjadi perhatian banyak warga, setelah diketahui dirinya selama sepekan berada ditangan orang yang bukan keluarganya yang diduga diperjualkan ibu kandungnya Yanti ke pulau Jawa  hanya untuk mencukupi kebutuhannnya yang ketergantungan narkoba jenis Shabu seharga Rp 20 juta.

Selama dua pekan Anna, saudara perempuan kandung Junaidi ini, belum berani membuka lacar kaca televisi lantaran masih trauma dengan pemberitaan adik iparnya, yang  menjadi berita utama ditiap televisi.

“Kasian anak-anaknya yang duduk dibangku sekolah, malu lantaran ibunya menitipkan adiknya di Banten yang diduga menjual Hazmia kepada orang lain,” kata Anna.

Anna yang yang berkerja serabutan ini, hanya bisa pasrah menutup warung kecil kecilan miliknya sebagai penopang ekonomi suaminya yang keseharian sebagai juru parkir, lantaran harus mengasuh Hazmiah yang masih membutuhkan kasih sayang seorang ibu.

“Kalau ASI digantikan susu formula sejak Hazmiah telah dipulangkan ke Palembang, itu juga bantuan dari tetangga, karena saya sendiri hanya mengandalkan pendapatan suami untuk mencukupi kebutuhan dua anak saya yang juga masih kecil kecil,” jelasnya.

Sementara itu, Junaidi orang tua Hazmiah yang bersiap menyambut kedatangan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, nampak trauma masih membekas diwajahnya, setelah mengetahui istrinya pulang dari Pulau Jawa tidak membawa anak bungsunya.

“Kalau Bapaknya Hazmiah hanya diam, tidak bisa berbuat apa – apa, karena masih trauma tidak bisa membayangkan anaknya ditangan orang lain,” katanya.

Sementara itu,Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda yang langsung melihat kondisi Hazmiah sangat prihatin dengan kondisi Hazmiah.

“Kita Pemkot Palembang sangat menyesalkan adanya peristiwa penjualan anak, terlebih dilakukan oleh ibu kandung sendiri,” jelasnya.

Selama Yanti, ibu kandung Hazmiah menjalani proses hukum mempertangung jawabkan atas perbuatannya, kata Fitri pihaknya akan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Palembang untuk memantua kesehatan balita tersebut.

“Nanti pihak dinkes akan selalu mendampingi kesehatan bayi, selama ibu kandungnya menjalani proses hukum,karena ASI sebagai asupan gizi utama balita ini masih digantikan susu formula,” tegasnya.

Fitri menghimbau, warga harus selalu waspada akan adanya tindak yang berpotensi kriminal terhadap ibu dan anak.

“Kalau ada hal yang mencurigakan akan kekerasan terhadap ibu dan anak, cepat melapor ke RT, sehingga RT bisa meneruskannya kepada pihak yang berwenang, bila perlu bisa langsung lapor kepada saya,” katanya.

Sementara itu juga, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kota Palembang Romi Aprianysah mengatakan, perisitiwa tersebut menambah catatan adanya terjadinya penjualan balita ditahun 2016 lalu.

“Ini bukan yang pertama tahun 2016 lalu juga terjadi hal yang serupa,’ katanya.

Romi menghimbau, jika ada pihak keluarga yang ingin mengadopsi anak, sebaiknya  diketahui RT dan pihak keluarga, bukan melakukan transaksi jual beli.(za)

 

 

 

 

 

 

saudara perempuan ayah, anak yang berusia 4 bulan yang diduga diperjualkan belikan kepada seorang di Provinsi Banten oleh ibu kandungnya Fatimah alias Yanti (40) warga jalan Ali Gatmir mess Kodam Kelurahan 13 Ilir Kecamatan Ilir Timur (IT) Satu.

 

 

, yang .

 

 

 

siang  diterik hanya

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here