Buat Guru, Baca Nih Pesan dari Wakil Walikota Palembang

Buat Guru, Baca Nih Pesan dari Wakil Walikota Palembang

PALEMBANG, BS – Permasalahan hukum yang melibatkan antara guru dan siswa maupun wali murid belakangan waktu terakhir cukup menyita perhatian publik.

Hal ini mendapat tanggapan dari Wakil Walikota Palembang, Fitrianti Agustinda. Menurutnya, sepanjang tahun ini sedikitnya ada lima laporan dari wali murid kepada Persatuan Guru Repubilik Indonesia (PGRI) Kota Palembang terkait tindak kekerasan dalam proses belajar mengajar di sekolah.

“Kita ingin agar hal-hal semacam ini kedepanya tidak ada lagi,” katanya saat membuka kode etik guru di SMP 39 Kecamatan Gandus, Rabu (8/11)

Fitri mengatakan, dulu seorang guru akan sangat ditakuti oleh semua anak didiknya. Tapi, kini kondisinya sudah berubah.

“Maka dari itu seiring perkembangan zaman, tenaga pengajar juga harus bisa merubah pola sistem mengajar. Caranya bisa dengan pendekatan terhadap peserta didik melalui cinta kasih, tanpa harus menggunakan kekerasan,” katanya.

Senada, Ketua PGRI Kota Palembang, Hasanudin mengatakan, guru harus tetap mengedepankan serta menerapkan kode etiknya sebagai seorang tenaga pengajar.

“Maka dari itu saya mengajak teman-teman dari pahlawan tanpa tanda jasa ini untuk bisa melakukan kontrol diri dalam menghadapi peserta didik agar menghindari kontak kekerasan yang akan terjadi,” katanya

“Jika mau menegur murid ya secara wajarlah. Cukup dengan menegur dan menasehati saja, jangan sekali-kali melakukan bentuk kekerasan fisik,” tambahnya.

Dia menambahkan, berdasarkan laporan yang diterima, sering terjadi laporan yang tidak sesuai dari wali murid atas perlakuan guru terhadap murid. Seperti melebih-lebihkan.

“Untuk itulah dalam kegiatan kode etik ini diharapkan para pengajar dapat mengetahui secara penuh makna dari kode etik guru itu sendiri,”katanya.(za/vira)

Related Posts

Leave a Reply