Home Sumsel Cambridge, Widodo : Butuh Sokongan Orangtua

Cambridge, Widodo : Butuh Sokongan Orangtua

41
0
SHARE
Suasana sosialisasi Kurikuljm Cambridge di SMAN 1 Palembang. Foto/martin

Palembang – Sebagai salah satu upayanya menyaingi kualitas pendidikan kelas dunia, Disdik Sumsel ajak orangtua siswa untuk dukung penerapan program Kurikulum Cambridge.

Kepala Disdik Sumsel Widodo mengatakan, berat rasanya Sumsel menyaingi pendidikan dunia kalau hanya menggunakan kurikulum nasional. Oleh sebab itu pihaknya menyegerakan penerapan Kurikulum di dua sekolah yakni SMAN 1 dan SMAN 17 Palembang sebagai percontohan SMAN lain selain SMAN Sumsel.

“Saat ini orangtua mengerti mengapa kita terapkan itu, kemudian ini juga mendorong partisipasi terhadap sekolah dan anaknya. Maka dukungan itu ada dua yakni kepada sekolah dalam bentuk sumbangan untuk Cambridge-nya dan moral kepada anaknya,” kata Widodo seusai sosialisasi penerapan Cambridge di aula SMAN 1 Palembang, Jumat (19/1).

Selain itu, Widodo mengimbau agar program ini dapat dukungan dari segenap warga sekolah dan juga orangtua siswa. “Jangan sampai pengganti saya nanti tidak mengerti dan membabat habis program ini,” tegasnya.

Senada, Kepala SMAN 1 Palembang Nasrul Bani mengatakan, bahwa pihaknya menampung anak yang pra sejahtera dan ingin masuk ke kelas Cambridge asal mampu melalui tesnya. Bahkan, bagi siswa yang benar-benar kurang mampu tersebut pihaknya menggratiskan semua biaya sekolah termasuk seragam.

“Kita masukkan Cambridge dalam program sekolah, sehingga biayanya disesuaikan dengan sumbangan sukarela dari orangtua. Maka dari itu kita harapkan orangtua tidak henti memberikan sumbangannya terhadap sekolah khususnya untuk Cambridge,” harapnya.

Sementara it, Patner Cambridge Indonesia Juliana menerangkan, akan ada rekruitmen guru dan siswa terkait kelas Cambridge ini. Untuk seleksi gurunya sendiri terdiri dari beberapa tahapan yaitu documen screening dan background-nya linear.

Lalu Toefl, dimana mereka wajib memiliki sertifikat minimal 500 untuk non guru bahasa Inggris dan 550 untuk guru bahasa Inggris dari ITS.

“Namun mereka bisa mengambil dari universitas lain dan kita kalibrasikan nilainya dari 500 ke 550 untuk non guru bahasa Inggris dan 550 ke 580 guru bahasa Inggris. Selain itu mengirimkan CV dan Content Test bentuknya paper bese test sesuai jurusannya. Kemudian esai mengenai personal statement,” terangnya.

Kemudian obsevasi kelas, selain keprofesionalitasannya, juga dinilai pendagogiknya. “Guru harus mempunyai kemampuan dakam bahasa Inggris,” bebernya.

Sementara untuk siswanya akan ada tes tertulis dan esai tentang minatnya mengenai Cambridge dengan target 60 orang siswa untuk dua kelas. “Untuk gurunya, nantinya kita berikan pelatihan khusus yang diambil satu dari tiap pelajaran yakni matematika, fisika, kinia, biologi dan bahasa Inggris,” tukasnya. (martin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here