Home Headline Cik Ning, Ingin Langsung Bayar di Tempat, Tunggakan PDAM Tetangganya

Cik Ning, Ingin Langsung Bayar di Tempat, Tunggakan PDAM Tetangganya

34
0
SHARE

 

-85 SL Didatangi Petugas

PALEMBANG,BS – Uang selembar Rp 100 ribu, buru-buru di sodorkan Cik Ning warga jalan Pangeran Si Doing Kenayan Lorong Citra II Kelurahan Karang Anyar Kecamatan Gandus Palembang, kepada  tim gabungan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi yang ingin memutus sambungan air bersih milik tetangga sebelah rumahhnya yang nunggak pembayaran air bersih selama 3 bulan.

“Jangan diputus Pak mau dibayar hari ini,” kata Cik Ning.

Tunggakan pembayaran air bersih milik janda tua tetangganya ini, lantaran rumah panggung yang tidak lagi ditempati itu  tidak ada lagi yang akan menyewanya, merasa iba dan dipercaya pemilik rumah untuk mengawasi rumah tersebut, CIk Ning merasa bertangung jawab  jika ada persoalan terhadap rumah yang persis menghadap dapur rumahnya.

“Bisa kan Pak langsung dibayar disini saja, kasian Pak pemiliknya karena tidak ada yang mau sewa rumahnya,” katanya.

Hanya saja, keinginan Cik Ning, harus ditanguhkan, lantaran petugas hanya menjalankan perintah untuk mensegel sementara selama pemilik belum melakukan kewajibannya dan tidak menerima pembayaran di tempat selama pemilik belum menyelesaikan administrasi dikantor yang ditunjuk.

Cik Ning, satu dari 85 pelanggan yang di datangi petugas, Selasa (17/4/2018) penertiban yang dilakukan petugas PDAM Tirta Musi Unit Rambutan, di  jalan PSI Lautan, Jalan Kadir TKR, Jalan PSI Kenayan dan sekitarnya yang masuk ke dalam Unit Rambutan.

“Kita sudah coba secara persuasif dengan mengirimkan surat peringatan terlebih dahulu, namun tidak ada tanggapan dari pelanggan yang menunggak,” ungkap Asisten Manager Bagian Penagihan PDAM Tirta Musi Unit Rambutan, M Royhan Hakim.

Ia mengatakan, dari 85 SL yang menunggak, diketahui ada satu SL pelanggan yang menunggak dalam jumlah cukup besar dengan total tunggakan bulan berjalan selama 10 bulan.

Yang mana dengan menurunkan tim gabungan untuk melakukan pemutusan sementara, biasanya akan memberikan efek jera kepada penunggak.

“Tunggakannya sebesar Rp 3.900.000. Tapi untuk tunggakan seperti ini biasanya akan segera diselesaikan pelanggan jika sudah ada tim gabungan yang datang kerumah,” katanya.

Sambungnya, untuk pencurian air sendiri, meskipun tidak terlalu banyak namun laporan yang masuk masih tetap ada. Hanya saja pencurian air tersebut lebih banyak dilakukan pelanggan yang meterannya di tutup sementara tapi di buka sendiri oleh si penunggak.

“Istilahnya itu putus pakai. Nah itu dendanya akan berbeda dengan pelanggan yang menunggak yang hanya dikenakan denda pasang kembali dan denda tunggakan saja,” tuturnya.

Namun untuk penunggak putus pakai atau penunggak yang meterannya sudah di segel atau di angkat tapi tetap membuka sendiri meterannya akan dikenakan denda lebih besar lagi seperti harus membayar pasang kembali sebesar Rp 1.050.000, denda pelanggaran sebesar Rp 500 ribu dan denda air yang ditetapkan berdasarkan tarifnya.

“Kalau untuk tunggakan saja, untuk pasang kembali hanya dikenakan biaya pasang kembali sebesar Rp. 75 ribu jadi jangan coba-coba melakukan pencurian air seperti itu, karena pasti akan kita ketahui,” tegasnya.

Karena itu, tambahnya, masyarakat jangan sungkan untuk melapor jika terjadi lonjakan pembayaran dari bulan-bulan sebelumnya. Dengan melapor, bagian pengawas meteran akan langsung menganalisa dan melakukan pengecekan di lapangan.

“Lihat pola pemakaian biasanya 200 melonjak jadi 400 akan dianalisa oleh pengawas meteran. Akan diketahui pemakaian pelanggan ini tinggi,” tukasnya.(za)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here