Home Headline Ini yang akan Terjadi Kawasan Seberang Ulu 2019 Mendatang

Ini yang akan Terjadi Kawasan Seberang Ulu 2019 Mendatang

20
0
SHARE

 

PALEMBANG,BS – Pemerintah Kota (Pemkor) Palembang akan menjadikan kawasan Seberang Ulu (SU) kawasan paling maju ditahun 2019 mendatang.

Saat ini, Pemkot Palembang telah mencanangkan kawasan SU menjadi kota modern, yang mana perencanaan pengembangan bagian ulu kota tertua di Indonesia ini sejak tahun 2016 lalu.

Pejabat sementara (Pjs) Walikota Palembang Akhmad Najib melalui Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan (Bapemlitbang) Kota Palembang Harrey Hadi mengatakan, perencanaan pengembangan kawasan SU oleh Walikota Palembang Harnojoyo saat itu mulai nampak kemajuannya.

Di mana, kawasan Kota Baru di wilayah Seberang Ulu, sudah masuk tahap penyusunan masterplan yang dilakukan oleh pemerintah pusat.
“Direncanakan tahun depan akan dilakukan groundbreaking sebagai tanda dimulainya pengerjaan secara fisik Kota Baru,” ujarnya, Senin (16/4/2018).

Bahkan dalam progresnya, kata Harrey, penataan tata ruang sudah mulai dikerjakan melalui dua kecamatan pemekaran di wilayah tersebut.

“Sekarang Kementerian Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) sedang menyusun masterplan sehingga pembangunan belum dilakukan dalam waktu dekat ini,” jelasnya.

Harrey menerangkan, pengembangan dan pembangunan kedepan tidak hanya terlihat di wilayah Seberang Ilir saja.

Karena kedepan, seperti yang diharapkan Walikota, pengembangan kota baru menjadi pemerataan pembangunan di Palembang.

“Laju urbanisasi membuat Pemkot mulai memgambil sikap. Karena selama ini dan di era pemerintahan sebelumnya, belum ada rencana pengembangan kawasan SU,” terangnya.

Dengan tema Sport, Tourism and Heritage, kota baru di kawasan Seberang Ulu, diharapkan tidak hanya mengembangkan kawasan tersebut.

Di mana, persoalan kemiskinan di wilayah itu juga akan dapat diselesaikan melalui program pemerataan pembangunan itu.

Keseriusan tersebut juga sudah mulai dilaksanakam sejal 2016 lalu, melalui pengerjaan infrastruktur, termasuk perbaikan jalan, dranase, pedesterian, air minum, Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan lainnya.

“Pemerintah pusat tak lagi hanya fokus pada permasalah kemiskinan tetapi juga pada masalah kawasan kumuh. Karena program ini bisa terwujud atas kolaborasi semua pihak tak hanya pemerintah pusat, tapi juga pemerintah kota,” tandasnya.

Pembentukan Kota Baru untuk mewujudkan percepatan pembangunan dan pemerataan pembangunan di daerah.

Dimana, pengembangan Kota Baru ini melibatkan delapan unsur yakni Bappenas, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kemendagri, Badan Perencanaan Infrastruktur Wilayah Kementerian PUPR, Direktorat Jenderal Cipta Karya, Provinsi Sumsel, Pemkot Palembang dan masyarakat Seberang Ulu. (martin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here