Lemah Pengawasan, Masyarakat Keluhkan Kualitas Rastra di OKU

Lemah Pengawasan, Masyarakat Keluhkan Kualitas Rastra di OKU

BATURAJA, BS – Rastra (beras pra sejahtera) atau yang masih sering di sebut Raskin selalu menjadi keluhan kebanyakan bagi penerimanya terutama masyarakat miskin yang tinggal di daerah.

Beras yang di peruntukan untuk masyarakat kurang mampu ini terkadang memiliki kualitas yang di anggap tidak layak dan kurang memuaskan untuk di makan. Apa lagi di tambah dengan harga jual cukup tinggi, serta berbeda-beda.

Hal tersebut di sikapi Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) OKU, Jhon Herly yang menilai masih sering laporan penerimaan kualitas Rastra yang di anggap jelek dan tidak layak untuk dimakan.

“Ini mungkin karena lemahnya pengawasan dari pihak kecamatan saat menerima Rastra yang dikirimkan oleh Bulog. Seharusnya saat diterima itu langsung dicek terlebih dahulu, bila benar kualitas buruk bisa langsung ditolak dan bisa ditukar dengan yang baru ke kantor Bulog,” katanya, Kamis (2/11).

Apalagi pengawasan dari pihak kecamatan ini sangat penting, sebab Rastra ini diorder atau ditebus oleh masing-masing desa dengan menggunakan dana APBN. Yaitu Rp.1600 perkilo di tambah dana APBD Rp.300 perkilo untuk transport.

“Dana itu semua kami yang mengatur, lalu setelah itu diserahkan kepada pihak kecamatan” imbuhnya.

Kemudian, pihak kecamatan juga bertugas mengawasi pendistribusiannya sampai ke tangan penerima.

“Jika pengawasanya ketat, saya persoalan kualitas Rastra jelek dapat dihindari,” katanya.

Disinggung upaya pihaknya untuk mengingatkan atau menegur pihak kecamatan agar dapat mengawasi soal distribusi Rastra ini? Menurut Jhon Herly, tentu tidak mungkin. Kerena bukan kapasitas pihaknya melakukan hal tersebut.

“Intinya ini soal kesadaran dan tanggung jawab. Karena tidak ada kewenangan kita kalau untuk menegur apalagi sampai memberi sanksi,” katanya.(hend)

Related Posts

Leave a Reply