Home Ekonomi & Bisnis Likuiditas Tidak Sehat, BPR Sumsel Disarankan Berbenah

Likuiditas Tidak Sehat, BPR Sumsel Disarankan Berbenah

6
0
SHARE

PALEMBANG, BS – Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Sumatera Selatan dianjurkan merestrukturisasi kredit debitur untuk mengatasi tingginya indikator Non Performing Loan (NPL) yakni di kisaran 13 persen atau melenceng dari batas ambang toleransi.

Kepala OJK Regional 7 Sumatera Bagian Selatan, Panca Hadi Suryatno mengatakan, restrukturisasi kredit ini dapat dijadikan pilihan BPR karena beberapa kasus yang dijumpai OJK menunjukkan bahwa ketidakmampuan membayar angsuran ini karena pengaruh rendahnya daya beli masyarakat yang terjadi dalam setahun terakhir.

“Misalnya ada debitur yang selama ini lancar, namun tiba-tiba tersedat karena bisnisnya turun maka pola restrukturisasi kredit dapat dijadikan pilihan. BPR dapat menambah tempo pengembalian sehingga ansuran menjadi lebih ringan,” kata dia, kemarin.

Akan tetapi jika kasusnya berbeda, semisalkan, usaha dari debitur bangkrut atau dipastikan tidak dapat bangkit, maka akan lebih baik dilakukan sita jaminan. Karena, jika BPR terus melanjutkan maka akan menggerus NPL (indikator kredit tidak lancar) perusahaan.

“Barang sitaan ini pun hanya boleh bertahan selama satu tahun, jika lebih maka akan dihitung sebagai modal bank oleh OJK. Oleh karena itu, alternatif lainnya masuk ke badan lelang negara,” kata dia.

Terkait tingginya NPL ini, OJK Sumsel telah berkomunikasi dengan manajemen BPR untuk fokus dalam penyelesaian atau tidak hanya fokus pada ekspansi kredit.

Meski belum melayangkan surat resmi, Panca mengatakan bahwa BPR Sumsel saat ini sedang dalam pengawasan mengingat sejumlah dana diketahui terkunci di sektor pembiayaan pertanian. “Berdasarkan data terakhir terbilang cukup mengembirakan, terlihat mulai ada perbaikan namun belum di bawah lima persen,” kata dia.(vir)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here