Palembang Kekurangan 1.300 Guru Sekolah Dasar

Palembang Kekurangan 1.300 Guru Sekolah Dasar

PALEMBANG, BS – Tidak dibukanya penambahan kuota CPNS untuk Kota Palembang belakangan tahun terakhir, berdampak pada terus berkurangnya tenaga pengajar. Khususnya guru Sekolah Dasar ( SD).

Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palembang, Ahmad Zulinto mengatakan, kekurangan tenaga guru SD ini bukan hanya terjadi di Palembang saja, namun ini juga terjadi pada beberapa daerah di Sumsel.

“Kekurangan bukan hanya di Palembang, ada juga di Muratara sebanyak 600 guru SD, Linggau 300 guru SD, Palembang 1.300. Untuk itu, setiap daerah wajib memfungsikan tenaga guru honorer,” kata dia, Jumat (17/11).

Masih kurangnya tenaga guru Sekolah Dasar (SD) di Kota Palembang saat ini ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas belajar mengajar di setiap sekolah.

Menurut Zulinto, para guru honor tentunya tidak akan maksimal dalam memberikan pembelajaran, sebab mereka harus bekerja berat dengan honor yang rendah.

“Dibilang berpengaruh pasti berpengaruh, sebab apa meski mereka mengajar dengan honor yang rendah, otomatis mereka akan mencari kerja sampingan untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, dalam melakukan aktifitas belajar sudah barang tentu fokusnya akan terbagi. Jadi dipastikan tidak akan maksimal,” katanya.

Sementara itu, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BK-PSDM) Palembang, Ratu Dewa menuturkan, kebutuhan guru SD di Palembang masih mendominasi. Dimana kebutuhan pegawai di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang sekitar 3.500 formasi.

Dari angka itu, kebutuhan guru SD mendominasi sekitar 30 persen. Kemudian pegawai yang bersifat teknis seperti bidang kesehatan dokter, perawat dan bidang.

“Bahkan kami membutuhkan sarjana public relation, komunikasi, dan jurnalistik. Dalam hal ini kami sudah mengusulkan kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (KemenPAN-RB) terkait kebutuhan guru ini, ” katanya.

Kekurangan pemenuhan pegawai tersebut disebabkan oleh moratorim. Sebenarnya, menurut Dewa pihaknya sudah mengusulkan untuk diadakan penerimaan CPNS sejak tiga tahun lalu, sayangnya belum dikabulkan.

“Kami sudah petakan pos-pos yang dibutuhkan,” pungkasnya.(ria/vira)

Related Posts

Leave a Reply