Home Headline Pjs Walikota Pagaralam Ingatkan Jangan Ada “ Racun Demokrasi” di Pilkada

Pjs Walikota Pagaralam Ingatkan Jangan Ada “ Racun Demokrasi” di Pilkada

62
0
SHARE

PAGARALAM,BS – Pejabat sementara (Pjs) Walikota Pagaralam Musni Wijaya, Selasa (3/4/2018) pagi menerima kunjungan kerja Komisi Pemilihan Umum (KPU), Panitia engawas Pemilu (Panwaslu) Kota Pagaralam di rumah dinasnya.

Dalam pertemuan yang langsung dihadiri Ketua KPU Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi ,Komisioner KPU Boy Arcan , Hendri, Sekretarisnya Budiarjo Sohar dan Ketua Panwaslu Kota Pagaralam Ihwan Nopri memastikan daftar pemilih sudah dilakukan pendataan.

Tak kalah pentingnya, Musni mengingatkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Pagaralam jangan terciderai oleh “racun demokrasi” yakni money politik (Politik uang).

“Pagaralam harus menjadi contoh pilkada yang sukses tanpa ada unsur money politik,” katanya.

Pagaralam yang terkenal dengan kentalnya tali persaudaraan dan silahtuhrahmi yang sangat erat ini, bisa menjadi contoh untuk menunjukan pilkada yang damai.

“Ingatkan warga agar tidak mudah terkena bujuk rayu oleh janji tim yang mengatasnamakan tim pemenangan untuk memberikan sesuatu untuk tujuan tertentu,” katanya.

Sementara itu Ketua Panwaslu Kota Pagaralam Ihwan Nopri mengatakan,sejauh ini pihaknya belum menerima adanya pelanggaran dari paslon ataupun tim paslon.

“Sejauh ini tahapan pilkada di Kota Pagaralam aman nyaman dan kondusif dan kita tentunya sangat berharap bahwa Kota Pagaralam bisa menjadi contoh untuk menjadi kota yang paling aman dalam pelaksanaan pemilihan Walikota dan Wakilwalikota,” katanya.

Meski begitu, kata Ihwan pengawasan rangkaian pilkada terus dilakukan dengan intensif.

“Insha Allah adanya isu money politik dapat terbantahkan dengan diwujudkannya pilkada damai di Kota Pagaralam,” tegasnya.

Ditempat yang sama Ketua KPU Kota Pagaralam Yenli Elmanoferi menjelaskan, Kota Pagaralam mempunyai lima kecamatan dan 35 Kelurahan dengan jumlah TPS 428 dan mata pilih 102.301.

“Sejauh ini kita terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk melaporkan diri jika belum terdaftar sebagai pemilih di Pilkada tahun ini,” katanya.

Nah, bagi warga yang belum terdaftar bisa mendaftarkan sebagai pemilih sementara.

“DPS inilah yang menjadi acuan sebagai DPT,” ungkapnya. (aceng)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here