Satu Tahun Tempati Lahan BUMN, Warga Direlokasi  ke Rusunawa   

Satu Tahun Tempati Lahan BUMN, Warga Direlokasi  ke Rusunawa  

PALEMBANG,BS – 16 Kepala keluarga (KK) yang tertimpa musibah kebakaran, Senin (23/10/2017) dikawasan  Politeknik Rt 6 Kecamatan Ilir Barat 1 Kelurahan Bukit Lama akan direlokasi ke Rumah Susun Sewa (Rusunawa).

Mereka yang lebih dari setahun ini, diketahui menempati di tempat Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda saat meninjau korban kebakaran mengatakan, jika pemukiman yang berdiri rumah tersebut berdiri diatas lahan liar, belum lagi pipa gas disepanjang area mereka  mengancam mereka sewaktu waktu.

“Saya harap dengan musibah ini mereka harus bersabar, tadi setelah diskusi bersama mereka semua harta benda mereka habis tidak ada yang tersisah. Untuk bantuan sendiri dari Dinas Sosial kota Palembang sudah ada seperti bahan makanan dan pakaian layak pakai. Terhitung sudah satu malam mereka tinggal disini, untuk lebih lanjut nanti dari pihak Pemkot akan berdiskusi langsung bersama warga, dinas terkait dan BUMD,” kata Fitri, Selasa (24/10).

 Lanjutnya, setelah ada perbincangan dengan warga tadi mereka sempat bingung mau tingal dimana, apakah harus bertahan atau pindah ketempat lain melihat kondisi yang tidak memungkinkan lagi dan berbahaya.

“Kami sendiri (Pemkot) merencanakan akan merelokasikan mereka untuk tinggal di rusunawa dalam hal ini akan dilibatkan SP2J untuk membantu mereka,”jelasnya

Warga yang terkena musibah kebakaran ini menjadi tangung jawab Pemkot Palembang.

“Berdasarkan data korban kebakaran, total keseluruhan dari 6 KK ada 31 jiwa dengan berbagai keterangan, bahkan ada bayi berumur satu minggu, mereka sangat membutuhkan sekali perhatian kalau bukan kita siapa lagi yang akan membantu mereka,”tambahnya.

Sementara itu salah satu warga jalan Poltek Ibu Teta (50), mengatakan, dirinya sudah tidak memiliki apa-apa lagi saat insiden kebakaran tidak dapat menyelamtakn barang berharganya.

“Kebanyakan para suami kami ini pekerjaanya serabutan, terkadang ada pekerjaan dan tidak  bagaiman untuk membayarnya. Jika kami boleh memilih, lebih baik kami tinggal saja disini meskipun berbahaya,”tutupnya.(za)

Related Posts

Leave a Reply