Home Ekonomi & Bisnis Stok Pupuk PT Pusri Aman Hingga Februari 2018

Stok Pupuk PT Pusri Aman Hingga Februari 2018

2
0
SHARE
Pengantongan terakhir pupuk periode 2017 oleh Dirut PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro. Foto/ejak

Palembang – Sebagai penyalur pupuk urea bersubsidi kepada petani di Indonesia, PT Pupuk Sriwidjaja (Pusri) memiliki tanggung jawab dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Oleh sebab itu, PT Pusri memastikan stok untuk dua bulan kedepan setelah pengemasan terakhir masih tersedia.

Berdasarkan data yang ada, wilayah yang menjadi tanggung jawab PT Pusri antara lain Jambi, Sumatera Selatan (Sumsel), Bengkulu, Lampung, Bangka-Belitung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan Kalimantan Barat. Sementara penyaluran pupuk urea bersubsidi untuk Provinsi Sumsel pihak PT Pusri dibantu oleh 34 distributor dengan pengecer sebanyak 646 kios dan ditunjang dengan tujuh unit gudang di lini tiga.

GM Distribusi dan Pemasaran PT Pusri Palembang Syarif Usman mengatakan, produksi pupuk PT Pusri pada 2017 yakni sebesar 2,4 juta ton dengan realisasi sebesar 2,2 juta ton. Sedangkan untuk alokasi pupuk bersubsidi yakni urea selama 2017 yakni sebesar 1,3 juta ton dimana Sumsel kebagian alokasi sebesar 160 ribu ton.

Kemudian untuk pupuk organik, alokasi sampai 2017 yang sebesar 32 ribu ton dimana Sumsel kebagian hanya 6,5 ribu ton. Sedangkan untuk pupuk NPK bersubsidi alokasinya sebesar 89 ribu ton dimana Sumsel kebagian 67 ribu ton. Sementara untuk 2018, pihaknya akan memasarkan urea sebesar 2 juta ton, kemudian NPK sebanyak 200 ribu ton dan juga pihaknya bakal memasarkan 11 pupuk baru.

Ia menjelaskan, total stok urea bersubsidi per 28 Desember 2017 untuk Provinsi Sumsel yang tersebar di produsen, distributor dan pengecer yaitu sebesar 21.225 ton.

“Stok akhir untuk Januari mencapai 24.142 ton, sedangkan stok akhir 21.730 ton. Sehingga stok dalam dua bulan ke depan aman, karena stok yang disiapkan di gudang-gudang lini III wilayah Sumsel berada di atas ketentuan Permendag dan Permentan ditambah stok urea curah di pabrik (Palembang) sebesar 123.001.34 ton dan urea in bag sebesar 1.155,85 ton,” terangnya seusai pengantongan terakhir produksi 2017 pupuk PT Pusri, Jum’at (29/12).

Sementara itu, Direktur Utama PT Pusri Palembang Mulyono Prawiro mengaku, untuk 2018 mendatang pihaknya menargetkan produksi pupuk mencapai 2,45 juta ton dengan alokasi pupuk bersubsidi yang sama dari pemerintah yakni sekitar 1,3 juta ton untuk pupuk urea. “Insyallah pada 2018 target produksi bisa tercapai tapi catatannya gas juga tersedia,” katanya.

Diakuinya, pihaknya juga melakukan inovasi penjualan agar dapat bersaing dengan pabrik pupuk lainnya, salah satunya dengan membuat kemasan pupuk dalam berbagai ukuran untuk pupuk yang non subsidi. “Kita juga tengah membuat mesin produksi baru yang akan dimulai pada Januari 2018 mendatang dan rampung pada akhir tahunnya. Ini juga langkah kita untuk mencukupi angka produksi kita tiap tahunnya,” pungkasnya. (Ejak)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here