Tangis Lastri Pecah di Pundak Wakil Walikota Palembang

Tangis Lastri Pecah di Pundak Wakil Walikota Palembang

 

PALEMBANG, BS– Lastri(42) Kamis (7/12/2017) siang tidak dapat menyembunyikan kebahagiannya, saat gubuk tua yang ditempatinya selama puluhan tahun berubah total setelah tersentuh bedah rumah Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang.

Kebahagian janda beranak lima warga komplek Bougenvile Kelurahan Karya Baru Kecamatan Alang Alang Lebar ini kian tak terbendung, rumah yang akan ditempatinya ini langsung diserahkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda, bahkan Lastri langsung ambruk dibahu Fitri dengan tetesan air mata saat melihat kedalam ruangan rumahnya yang tidak layak huni menjadi rumah yang bagus untuk ditempati.

“Saya sangat terharu atas kepedulian ini. Terima Kasih Pemerintah Kota Palembang, terima kasih Pak Harnojoyo dan Ibu Fitri,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.

Lastri merasa seakan bermimpi memiliki rumah layaknya rumah warga yang lain, yang selama ini tidak yakin akan dapat membenahi rumahnya dari hasil mengambil upahan cuci keliling ditempat tinggalnya.

Terlebih,Lastri tidak bisa membayangka pada saat mengandung anak kelimanya, yang pada saat itu ditinggal suaminya (meninggal dunia) dan harus membiaya anaknya yang masih duduk dibangku sekolah.

“Sehari-hari saya bekerja sebagai buruh cuci. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saya juga berjualan kopi,” ujarnya.

Pada peresmian rumah baru program bedah rumah tersebut, Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda mengucapkan terima kasih atas kepedulian warga terhadap Lastri sekeluarga.

Menurutnya, apa yang dilakukan warga dan Pemerintah Kota Palembang merupakan wujud kebersamaan, kepedulian, serta kasih sayang terhadap sesama.

“Ini untuk mewujudkan visi misi Palembang Emas 2018 yang telah diprogramkan Pemerintah Kota Palembang. Pemerintah tidak ingin lagi ada rumah yang tidak layak huni dan lingkungan kumuh di Kota Palembang,” ujar Fitri.

Sementara itu Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang Saim Marhadan mengatakan, Ibu Lastri termasuk dalam yang berhak menerima zakat. Menurutnya, program bedah rumah ini berdasarkan usulan dari ketua RT 46 di tempat kediaman Ibu Lastri.

“Ini bentuk kepedulian Pemerintah Palembang melalui Baznas Kota Palembang. Biaya dari Baznas Kota Palembang sebesar Rp 46 juta,” ujarnya.

Berdasarkan usulan tersebut, Baznas menurunkan tim survei ke rumah Ibu Lastri.

Dari hasil survei, rumah Ibu Lastri sangat tidak layak huni dan berhak menerima bantuan program bedah rumah.

Untuk membedah hingga menjadikan rumah tersebut menjadi layak huni, membutuhkan waktu sekitar 1 bulan.

Kini rumah ukuran sekitar 5×6 dengan dua lantai tersebut telah rampung, dan telah ditempati Lastri dengan 5 anaknya.(za)

 

 

Related Posts

Leave a Reply