Home Ekonomi & Bisnis Ualahhh… Gedung Menjulang, Abu Tour Palembang Disegel Polisi

Ualahhh… Gedung Menjulang, Abu Tour Palembang Disegel Polisi

20
0
SHARE

PALEMBANG, BS – Tidak tampak seperti kantor trevel umroh biasanya, kantor Abu Tour Jalan Inspektur Marzuki Pakjo Palembang ini cukup megah ketimbang trevel umroh lainya di Palembang.

Siapapun yang memandang kantor layanan ini, sekilas sudah pasti mengira adalah trevel umroh yang bisa dipercaya. Namun apada daya, digedung yang cukup bagus dari luar ini pula, jamaah kecewa dengan layanan yang diberikan.

Bukan hanya layanan, bahkan jamaah terancam mengalami kerugian. Sebab, janji pada 8 Februari akan merilis jadwal keberangkatan jamaah yang belum berangkat, higga siang tadi pun tidak ada kejelasan, bahkan polisi pun sudah memasang garis polisi menandakan jika saat ini sedang dalam pemeriksaan.

Akibatnya, puluhan hingga ratusan jamaah Abu Tour Palembang mendatangi kantor Abu Tour Palembang yang berada di Pakjo, Jumat (9/2). Jamaah yang seakan tak percaya kemudian syok dan menceritakan kesedihannya. “Saya sendiri sudah mendapat baju seragam untuk persiapan berangkat, rencananya bersama istri anak dan keponakan. Sampai saat ini belum ada kejelasan dari pihak Abu Tour,” kata Andika salah satu jamaah.

Dia mengaku, udah suntik meningitis dan melakukan persiapan lainya. “Saya berangkat bersama 5 orang keluarga, berangkat sejak bulan kemarin tapi hingga sekarang tak berangkat. Saya sendiri sudah membayar Rp 18 juta per orang,” katanya.

Demikian dikatakan Novi, dirinya bingung bagaimana menyampaikan kepada orangtuanya yang ada di Mesuji Kabupaten OKI. Novi mengaku mendaftarkan kedua orangtuanya pada September dan sudah dilunasi dengan angka Rp36 juta untuk dua orang.

Orangtuanya pun dijanjikan akan diberangkatkan pada Oktober 2017 lalu, namun hingga kini masih belum juga. “Oktober tidak jadi, terus Januari ini tidak jadi juga sampai sekarang,” katanya.

Tak hanya calon jamaah, agen Abu Tour pula ikut mempertanyakan kepastian keberangkatan jamaah. Salah satunya H Edi yang mengurus 30 jamaah. Sejak Kamis dirinya ingin bertemu dengan pimpinan Abu Tour bernama Ridwan, tapi dikatakan oleh staf bahwa Ridwan sedang sakit dan melakukan pengobatan di Makasar.

“Tapi kemarin juga dia (Ridwan) melakukan laporan di Polresta Palembang meminta kepolisian untuk mengamankan fasilitas Abu Tour dan itu ditandatangi oleh beliau sendiri. Artinya kan ini kita sudah dibohongi,” tambahnya.

Seperti diketahui, sebanyak 1.660 jemaah yang tertunda pada Januari 2018 harus gigit jari atas ketidakpastian ini. Sedangkan data yang didapat sepanjang tahun 2018 sudah 7.523 jemaah yang terdaftar di abu Tour Palembang. (ONE)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here