Berdialog dengan 244 Ulama dan Tokoh Masyarakat se-Madura, Wapres RI minta Pesantren Dijadikan Benteng

Kamis, 31 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bangkalan, Beritasumatera.com – Selain memberikan kemudahan, teknologi juga memberikan dampak buruk jika tidak dikontrol dengan baik. Sehingga, berbagai paham yang mengabaikan agama dapat dengan mudah masuk dan mempengaruhi masyarakat tanpa batas ruang dan waktu, seperti melalui media sosial, buku-buku dan diskusi. Untuk itu, sebagai lembaga pendidikan, pesantren diharapkan mainkan peran untuk menghadapi tantangan tersebut.

“Sehingga jangan sampai ini menjadi sesuatu yang kemudian mempengaruhi masyarakat. Di sinilah peran pesantren sebagai benteng yang kuat,” tegas Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika berdialog dengan 244 ulama dan tokoh masyarakat se-Madura di Pesantren Al-Anwar, Baton, Kec. Modung, Kab. Bangkalan, Jawa Timur (Jatim), Kamis (31/08/2023).

Menurut Wapres, upaya-upaya tersebut memang dilakukan untuk melemahkan logika keimanan (mantiq imaniyyah) dengan logika keduniaan.

Lebih lanjut Wapres mengungkapkan, kalau dulu yang dihadapi adalah datangnya agama baru yang dibawa penjajah, dan berhasil dihadang, karena kontribusi pesantren yang mampu mempertahankan agama mayoritas.

“Sekarang ini ada upaya-upaya untuk menghilangkan agama, melemahkan agama,” sambungnya.

Untuk itu Wapres mengingatkan, dalam meningkatkan kapasitas ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) santri, harus dibarengi dengan peningkatan iman dan taqwa (imtaq).

“Dan betul sekali itu yang didorong hanya soal-soal iptek, ilmu pengetahuan dan teknologi. Tetapi imtaqnya ini, iman dan taqwanya ini [tidak diperhatikan]. Ini yg penting sekali [untuk ditingkatkan] dan sekarang memang tantangan kita,” urai Wapres.

Lebih jauh Wapres mengingatkan bahwa dalam agama Islam sendiri masih ada sekelompok orang yang menyebarkan paham-paham yang menolak ikhtilaf (perbedaan pendapat ulama) dan melakukan inhiraf (penyimpangan). Padahal hakikatnya ikhtilaf dapat ditoleransi, sedangkan inhiraf tidak.

“Padahal ikhtilaf itu ditolelir. Kemudian ada juga yang sebenarnya inhiraf menyimpang tapi dianggap ikhtilaf. Padahal itu menyimpang tapi dimasukkan ke wilayah-wilayah ikhtilaf,” ungkap Wapres.

“Jadi kita ini mempromosikan mana yang ikhtilaf itu harus ditoleransi, dan mana yang inhiraf itu harus diamputasi, dipotong. Di sini nanti harus ada kejelian,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Wapres juga menyampaikan apresiasi terhadap peran ulama dalam menciptakan kedamaian di tengah masyarakat.

“Pemerintah ingin menyampaikan terima kasih atas partisipasi ulama karena selama ini menjaga ketenangan dan kedamaian masyarakat, ini peran ulama,” tutur Wapres.

“Tentunya pembangunan nasional berjalan dengan baik, sehingga ekonomi kita bagus, Covid-19 sudah bisa diatasi. Ini semua tentu [ada] peran ulama dan juga tentu doa-doa yang disampaikan ulama,” tambahnya.

Dalam pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam tersebut, juga dibahas isu-isu lain, seperti implementasi undang-undang tentang pesantren, khususnya kesetaraan dalam mendapatkan dana pendidikan seperti lembaga pendidikan umum lainnya; kemudahan proses perguruan tinggi swasta menjadi negeri; menjaga marwah ulama untuk tetap mendapatkan kepercayaan masyarakat; serta perlunya masyarakat Madura meningkatkan jiwa wirasuha mereka dengan meningkatkan iptek dan mengembangkan inovasi.

Dalam dialog tersebut, hadir mendampingi Wapres Wakil Gubernur Jatim Emil Elistianto Dardak, sementara Ketua Yayasan Pondok Pesantren Al-Anwar K.H. M. Muchlis Muhsin bertindak sebagai moderator.(SK-BPMI, Setwapres)

Berita Terkait

Wapres RI Apresiasi Pemain Sepak Bola Anak-Anak Jalanan Raih Juara Dunia
Terima IKA BEM Nusantara, Wapres RI Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara
Dukung Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua, Wapres RI Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat
Tanam Pohon Cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru, Wapres RI Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat
Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres RI Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional
Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres RI Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan
Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres RI Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan
Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres RI Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Berita Terkait

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:02 WIB

Wapres RI Apresiasi Pemain Sepak Bola Anak-Anak Jalanan Raih Juara Dunia

Senin, 22 Juni 2026 - 19:40 WIB

Terima IKA BEM Nusantara, Wapres RI Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dukung Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua, Wapres RI Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tanam Pohon Cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru, Wapres RI Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:48 WIB

Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres RI Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WIB

Buka PENAS Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Gorontalo, Wapres RI Tegaskan Petani dan Nelayan Garda Terdepan Kemandirian Pangan

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:23 WIB

Jelang Tahun Ajaran Baru, Wapres RI Ajak Anak-Anak Panti Asuhan di Gorontalo Belanja Kebutuhan Sekolah

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:20 WIB

Dukung Ketahanan Pangan Gorontalo, Wapres RI Kawal Percepatan Penyelesaian Bendungan Bulango Ulu

Berita Terbaru