Partisipasi Aktif di ISF 2024, PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Siap Pimpin Optimalisasi Potensi Panas Bumi untuk Mendukung Transisi Energi

Kamis, 5 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kiri ke Kanan –_ Direktur Utama PGE, Julfi Hadi, Direktur Panas Bumi Ditjen EBTKE KESDM, Gigih Udi Atmo, dan Associate Partner McKinsey & Co., Jakarta Martin Santoso

Jakarta, 5 September 2024 – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) kembali menunjukkan komitmen yang kuat pada pembangunan ekonomi hijau dengan berpartisipasi aktif di Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2024. Dalam partisipasinya, PGE menyatakan kesiapannya sebagai motor penggerak dan pemimpin percepatan pengembangan energi panas bumi sebagai tulang punggung transisi energi nasional yang merupakan bagian dari upaya dekarbonisasi.

Gagasan ini dilontarkan pada saat diskusi panel ISF di hari pertama pada Kamis 5 September dengan tema “Powering Indonesia: PGE’s Mission to Unlock Geothermal Potential.” Diskusi panel menghadirkan Gigih Udi Atmo, Direktur Panas Bumi, Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Direktur Utama PGE Julfi Hadi, serta dimoderatori oleh Associate Partner McKinsey & Co., Jakarta Martin Santoso.

Gigih Udi Atmo menekankan pentingnya membuka potensi besar energi panas bumi di Indonesia dan meningkatkan peran dan porsinya dalam transisi energi. Karena karakteristiknya yang mampu memproduksi listrik secara stabil dan terus menerus, panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang mampu menjalankan peran sebagai pemikul beban dasar kelistrikan (baseload).

Selain itu, sebagian besar potensi panas bumi terletak di Jawa dan Sumatra, tempat berlangsungnya aktivitas ekonomi utama, membuatnya sangat cocok menggantikan peran pembangkit listrik yang masih bersumber dari energi konvensional. “Panas bumi merupakan sumber energi terbarukan yang dapat menggantikan sumber energi konvensional sebagai tulang punggung transisi energi secara efektif,” kata Gigih Udi Atmo.

Pada sesi ini, Direktur Utama PGE, Julfi Hadi juga menekankan bahwa sebagai pelopor industri panas bumi di Indonesia, PGE memiliki kapasitas terbaik untuk mengembangkan energi panas bumi, terutama dengan pengalaman puluhan tahun mengelola Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) dengan kapasitas terpasang operasi sendiri sebesar 672,5 MW dengan target peningkatan menjadi 1 GW dalam dua tahun ke depan.

“PGE bisa menjadi penggerak dan pemimpin karena kami memiliki kapasitas dan potensi cadangan yang besar untuk dikembangkan. Melalui kolaborasi erat antara PGE dan pengembang industri panas bumi lainnya, kami percaya dapat membawa perubahan paradigma dalam pengembangan proyek panas bumi, meningkatkan investasi, serta mempromosikan talenta lokal. Selain itu, dukungan pemerintah sangat krusial untuk membuka ekosistem secara keseluruhan dalam mengoptimalkan potensi panas bumi di Indonesia,” pungkas Julfi Hadi.

PGE memiliki potensi cadangan panas bumi sekitar 3 GW di 10 WKP yang dikelola sendiri, termasuk lebih dari 1 GW yang sudah terbukti. Potensi ini menjadikan PGE sebagai salah satu pemain utama dalam sektor energi terbarukan di Indonesia. Dalam upaya memaksimalkan potensi cadangan panas bumi yang dimiliki, PGE menjalin berbagai kemitraan strategis untuk eksplorasi sumber daya, mempromosikan lokalisasi teknologi, serta mengembangkan manufaktur lokal bersama sejumlah pelaku industri guna memajukan potensi panas bumi Indonesia.

Sejalan dengan komitmen terhadap pengembangan panas bumi, Julfi Hadi menyatakan pentingnya kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk memastikan investasi di sektor panas bumi semakin menarik sehingga dapat berperan lebih besar tak hanya mendukung melainkan juga memimpin transisi energi nasional.

ISF merupakan forum bergengsi sebagai wadah untuk mendorong kolaborasi dan berbagi praktik terbaik antar-pemangku kepentingan dalam memajukan ekonomi hijau, termasuk upaya dekarbonisasi, dengan tujuan memperkuat upaya global dalam mencapai pertumbuhan berkelanjutan. Forum ini memiliki posisi penting mengingat Indonesia diyakini memiliki potensi untuk memimpin upaya iklim global, dengan potensi energi terbarukan yang mencapai lebih dari 440 GW, serta berperan dalam pengembangan industri berkelanjutan. Pada penyelenggaraan di tahun sebelumnya, ISF 2023 dihadiri lebih dari 2.500 peserta dari sekitar 40 negara, yang menunjukkan tingginya atensi publik dan pentingnya isu keberlanjutan di Indonesia.

***

Tentang PT Pertamina Geothermal Energy Tbk.

PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) (IDX: PGEO) merupakan bagian dari Subholding Power & New Renewable Energy (PNRE) PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang eksplorasi, eksploitasi, dan produksi panas bumi. Saat ini PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan kapasitas terpasang sebesar 1.877,5 MW, terbagi 672,5 MW yang dioperasikan dan dikelola langsung oleh PGE dan 1.205 MW dikelola dengan skema Kontrak Operasi Bersama. Kapasitas terpasang panas bumi di wilayah kerja PGE berkontribusi sekitar 80% dari total kapasitas terpasang panas bumi di Indonesia, dengan potensi pengurangan emisi CO2 sebesar sekitar 9,7 juta ton CO2 per tahun.

Sebagai world class green energy company, PGE ingin menciptakan nilai dengan memaksimalkan pengelolaan end-to-end potensi panas bumi beserta produk turunannya serta berpartisipasi dalam agenda dekarbonasi nasional dan global untuk menunjang Indonesia net zero emission 2060. PGE memiliki kredensial ESG yang sangat baik dengan 16 penghargaan PROPER Emas sejak 2011 sampai 2023 dalam penghargaan kepatuhan lingkungan tertinggi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Peringkat & Keterlibatan ESG.

Berita Terkait

Apoteker Hadir untuk Kemanusiaan, Pemprov Bengkulu Apresiasi Peran Relawan dalam Penanganan Bencana
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bangkitkan Kreativitas, Wagub Mian Ajak Generasi Muda Bengkulu Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Resmi Dibuka, Sekda Herwan Antoni Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda
Masjid Agung Islamic Center Ketahun Bakal Diperluas, Wagub Mian Targetkan Pembangunan Pagar pada 2027
Anggaran Rp6 Miliar untuk Jalan Bukit Makmur–Giri Mulya, Wagub Mian Targetkan Pengerjaan 50 Hari
Lindungi Jalan yang Dibangun dari Uang Rakyat, Dishub Bengkulu Warning Truk Over Tonase
Catat Tanggalnya! Gebyar Merah Putih Digelar 11 Hari di Sport Center
DWP Provinsi Bengkulu Perkuat Peran Organisasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Apoteker Hadir untuk Kemanusiaan, Pemprov Bengkulu Apresiasi Peran Relawan dalam Penanganan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bangkitkan Kreativitas, Wagub Mian Ajak Generasi Muda Bengkulu Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Resmi Dibuka, Sekda Herwan Antoni Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Masjid Agung Islamic Center Ketahun Bakal Diperluas, Wagub Mian Targetkan Pembangunan Pagar pada 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:57 WIB

Anggaran Rp6 Miliar untuk Jalan Bukit Makmur–Giri Mulya, Wagub Mian Targetkan Pengerjaan 50 Hari

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Lindungi Jalan yang Dibangun dari Uang Rakyat, Dishub Bengkulu Warning Truk Over Tonase

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Catat Tanggalnya! Gebyar Merah Putih Digelar 11 Hari di Sport Center

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:31 WIB

DWP Provinsi Bengkulu Perkuat Peran Organisasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terbaru