Sikapi Unjukrasa, Gubernur Mualem Respek pada Mahasiwa USK

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), sangat respek pada mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) yang berunjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Kamis (10 September 2026).

“Mereka menunjukkan kelasnya sebagai mahasiswa yang peduli rakyat Aceh,” kata Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi. Ia menambahkan, para mahasiswa USK itu telah menyampaikan aspirasinya secara terarah dan fokus.

“Tutur bahasanya santun, tetapi sangat tajam. Langsung terarah pada nasib rakyat Aceh yang terdampak bencana hydrometeorology,” kata Gubernur Mualem. “Mereka berusaha memecahkan masalah tanpa marah-marah.”

Bahkan, Gubernur Mualem memuji para mahasiswa itu dalam cara menyampaikan aspirasinya yang sesuai dengan bidang ilmunya masing-masing.

“Pada rumpun ilmu sosial mereka bicara keadilan dan kepedulian. Mahasiswa yang berasal dari rumpun ilmu kesehatan, bicara soal kesehatan masyarakat, dan dari fakultas teknik membahas infrastruktur,” katanya.

Apalagi, kata Mualem, para mahasiswa USK tersebut menyatakan telah terjun ke lokasi bencana sebelum menyampaikan aspirasi ke Kantor Gubernur.

“Bahkan ada yang sedang KKN di lokasi bencana. Aspirasi seperti ini memiliki argument yang bagus dan sangat menjadi perhatian kita bersama,” kata Mualem.

Selain itu, Gubernur Mualem menilai Plt Sekda Aceh, Taufik, dan para SKPA sangat bagus dalam menangani unjukrasa. “Mereka melayani para mahasiswa itu dengan baik, seperti yang kita harapkan bersama,” katanya.

Para mahasiswa yang semula berunjuk rasa di pintu gerbang kantor gubernur di bawa ke halaman kantor. Di sini mereka bersama-sama duduk bersimpuh dan mendengarkan aspirasi para pengunjuk rasa.

Taufik menyampaikan Pemerintah Aceh terbuka terhadap aspirasi dan kritik masyarakat. Ia memastikan ruang komunikasi tetap dibuka untuk membahas berbagai persoalan dalam proses pemulihan pascabencana.

“Kami tidak eksklusif, kami juga masyarakat biasa. Hanya saja posisi saat ini berbeda, kami diamanatkan di pemerintah untuk membangun kesejahteraan masyarakat,” kata Taufik.

Menurut Taufik, Pemerintah Aceh bersama seluruh pihak memiliki tujuan yang sama, yakni mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat setelah bencana. Percepatan tersebut mencakup sejumlah sektor penting, termasuk pendidikan, kesehatan dan penyediaan rumah hunian.

“Dalam pemulihan pascabencana sama-sama kita ingin berjalan cepat di semua sektor kehidupan, baik pendidikan, kesehatan maupun rumah hunian,” ujarnya.

Taufik mengatakan Pemerintah Aceh tidak dapat bekerja sendiri dalam proses pemulihan. Karena itu, katanya, Pemerintah Aceh membuka komunikasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan masukan sekaligus mencari solusi terhadap persoalan yang masih terjadi di lapangan.

“Kami sadar bukan super power. Kami buka komunikasi dengan semua pihak,” katanya.

Untuk memperkuat akses informasi, Pemerintah Aceh juga telah membuka posko yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh informasi terkait perkembangan penanganan pascabencana.

“Kami juga sudah buka posko untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Ini niat baik yang akan kami kawal dan laksanakan,” ujar Taufik.

Ia berharap komunikasi antara pemerintah dan mahasiswa tidak berhenti pada aksi penyampaian aspirasi tersebut. Menurutnya, kritik dan masukan dari mahasiswa dapat menjadi bagian dari upaya bersama mengawal proses pemulihan Aceh.

“Saya harap komunikasi kita terus berlanjut. Besar harapan kami, seperti disampaikan gubernur, agar terus membuka komunikasi dalam penanganan bencana,” katanya.[]

Berita Terkait

Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Bahas Perdamaian dan Kondusivitas Aceh
WAGUB ACEH DAMPINGI MENDAGRI TINJAU DAMPAK BENCANA BANJIR DI PIDIE JAYA
Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang
Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi
WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Pj Sekda Aceh Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Antisipasi Puncak Musim Hujan
Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 22:00 WIB

Mualem Silaturahmi dengan Kapolri, Bahas Perdamaian dan Kondusivitas Aceh

Selasa, 3 November 2026 - 21:10 WIB

WAGUB ACEH DAMPINGI MENDAGRI TINJAU DAMPAK BENCANA BANJIR DI PIDIE JAYA

Senin, 2 November 2026 - 21:12 WIB

Mualem–Dek Fadh Dorong Pusat Tuntaskan Tiga Persoalan Strategis Aceh: Dana Otsus, Bendera Aceh, dan Lapangan Blang Padang

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:14 WIB

Australia Dukung Penguatan Demokrasi di Aceh melalui Program Partisipasi

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:15 WIB

WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Pj Sekda Aceh Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Antisipasi Puncak Musim Hujan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender

Berita Terbaru