Wapres RI Harapkan Ekonomi Syariah Terus Berkembang di Tengah Dinamika Global

Jumat, 4 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, Beritasumatera.com – Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin selaku Ketua Harian Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menegaskan, bahwa ekonomi syariah telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam lima tahun terakhir, baik di tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, pencapaian ini membuktikan ekonomi syariah bukan hanya alternatif, melainkan arus baru yang dapat berjalan beriringan dengan ekonomi konvensional dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional.

“Pencapaian ini tidaklah muncul secara tiba-tiba, melainkan hasil dari komitmen kuat, dedikasi, kerja keras, dan kerja cerdas kita semua,” ujar Wapres saat memberikan pengarahan pada Rapat Pleno KNEKS 2024 dan Pembukaan Rapat Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah Nasional di Auditorium Sekretariat Wakil Presiden, Jl. Kebon Sirih No. 14, Jakarta Pusat, Jumat (04/10/2024).

Meskipun demikian, Wapres yang akan mengakhiri masa tugasnya pada Oktober ini mengingatkan agar keberhasilan tersebut tidak membuat puas diri KNEKS dan seluruh pihak yang terkait lainnya. Sehingga, ia menekankan agar ekonomi syariah ke depan terus berkembang dan mampu beradaptasi dengan dinamika ekonomi global.

“Ke depan, ekonomi dan keuangan syariah harus terus memperbesar kontribusinya dalam perekonomian nasional, beradaptasi lebih cepat, dan mampu merespons peluang di tengah dinamika ekonomi global yang semakin kompleks,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wapres menjelaskan bahwa arah kebijakan pengembangan ekonomi syariah dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 diarahkan untuk memperkuat peran ekonomi syariah sebagai bagian dari transformasi ekonomi inklusif dan berkelanjutan.

“Fondasi transformasi ekonomi dan keuangan syariah ke depan ditujukan untuk mencapai produktivitas ekonomi, pemerataan pembangunan, stabilitas ekonomi, dan perlindungan sosial,” jelas Wapres.

Pada kesempatan ini, Wapres juga menegaskan pentingnya memanfaatkan evaluasi kinerja lima tahun terakhir sebagai rekomendasi perbaikan ke depan. Hal ini diperlukan untuk mencapai visi, misi, serta program strategis dalam mengoptimalkan kontribusi ekonomi syariah terhadap perekonomian nasional.

“Tugas berikutnya adalah bagaimana memanfaatkan hasil evaluasi kinerja 5 tahun sebagai rekomendasi perbaikan dan mewujudkan visi, misi, arah kebijakan, dan program strategis untuk mengoptimalisasi pencapaian indikator utama pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di masa mendatang,” urainya.

Oleh sebab itu, Wapres menekankan bahwa penguatan kelembagaan menjadi kunci keberhasilan ekonomi syariah di masa depan. Salah satu langkah strategisnya adalah transformasi KNEKS menjadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah.

“Ini adalah pekerjaan yang tidak mudah, butuh komitmen bersama, dan kelembagaan yang kuat. Adanya inisiasi transformasi KNEKS menjadi Badan Pengembangan Ekonomi Syariah perlu didukung agar lembaga ini dapat bekerja optimal dan melahirkan terobosan dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan,” tutup Wapres.

Sebelumnya, Sekretaris KNEKS yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa peluang ekonomi syariah untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian Indonesia masih sangat terbuka. Untuk itu, pengembangan ekonomi syariah harus terus didorong dan diarahkan sejalan dengan target-target pembangunan nasional yang telah ditetapkan.

“Sebagai instrumen fiskal, APBN memiliki peran krusial untuk mendukung upaya ini. Dalam RUU APBN 2025, proyeksi pertumbuhan ekonomi yang optimis sebesar 5,2%, serta target-target pembangunan lainnya, membuka peluang besar bagi ekonomi syariah untuk menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi,” ungkapnya.

Menurut Sri Mulyani, indikator-indikator makro yang ditetapkan, seperti penurunan tingkat kemiskinan ke kisaran 7,0 – 8,0%, tingkat kemiskinan ekstrem pada 0%, tingkat pengangguran terbuka pada kisaran 4,5 – 5,0%, serta penurunan tingkat ketimpangan atau gini ratio ke kisaran 0,379 – 0,382%, dapat dijadikan tolok ukur keberhasilan ekonomi syariah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Selain indikator tersebut, tentu pembangunan nasional ditujukan bagi tercapainya kemaslahatan dari seluruh masyarakat Indonesia dan umat, dan dalam hal ini kita perlu untuk terus menjaga momentum perbaikan ini,” imbuhnya.

Selama ini, tutur Sri Mulyani, APBN telah secara aktif mendorong pengembangan ekonomi syariah melalui alokasi anggaran di berbagai sektor. Antara lain, perluasan akses pembiayaan bagi UMKM melalui KUR Syariah dan UMi Syariah yang realisasinya mencapai Rp16,7 triliun dan Rp4,31 triliun per September 2024.

“Kami juga di dalam mengelola keuangan negara terus meningkatkan diversifikasi dan instrumen keuangan syariah, termasuk penerbitan surat berharga syariah negara atau sukuk negara yang secara akumulatif mencapai Rp2.808,66 triliun. Sehingga Indonesia dikenal di dunia sebagai salah satu negara yang telah berhasil menerbitkan sukuk green pertama sebagai emerging market,” papar Sri Mulyani.

“Secara akumulatif, outstanding dari sukuk negara mencapai Rp1.565,72 triliun dan instrumen sukuk telah menjadi katalisator utama dalam mendorong dan memperdalam sektor keuangan syariah, juga untuk mendukung pembiayaan infrastruktur berbasis syariah, serta memperkuat ekosistem dana sosial syariah,” tuturnya.

Kemudian untuk memperkuat kapasitas SDM yang mumpuni di sektor syariah, menurut Sri Mulyani, pemerintah juga memfasilitasi pemanfaatan beasiswa LPDP pada program studi ekonomi syariah, termasuk beasiswa afirmasi bagi santri, dengan harapan dapat melahirkan para pakar syariah yang mampu bersaing di tingkat global.

“Sesuai instruksi Bapak, supaya Indonesia menjadi pemegang saham ketiga terbesar dari Islamic Development Bank, kami sudah menunaikan amanat tersebut, kita sekarang sudah melompat dari ranking 12 shareholder menjadi ketiga terbesar. Kita bahkan di atas Uni Emirat Arab, Kuwait dan negara-negara lain. Sekarang tinggal diisi orangnya [dari Indonesia]. Saya berharap banyak dari Indonesia yang mampu meniti karir di lembaga internasional termasuk Islamic Development Bank, tidak hanya di level staff, tapi juga di manajemen atau top manajemennya,” harapnya.

Hadir pada acara ini, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Mahendra Siregar, Ketua Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Arsyad Rasyid, segenap pengurus KNEKS, serta para Direktur KDEKS.

Sementara, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Plt. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Ekonomi dan Peningkatan Daya Saing Sapto Harjono W.S., Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Kelembagaan Robikin Emhas, serta Staf Khusus Wapres Guntur Iwan Nefianto. (EP/AS-rls)

Berita Terkait

Buka PERMATA CAI 2026, Wapres RI Ajak Santri Perkuat Karakter dan Keterampilan Wirausaha Untuk Hadapi Bonus Demografi
Tinjau Fasilitas Produksi Kendaraan Listrik, Wapres RI Dukung Penguatan Industri Nasional
Wapres RI Apresiasi Pemain Sepak Bola Anak-Anak Jalanan Raih Juara Dunia
Terima IKA BEM Nusantara, Wapres RI Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara
Dukung Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua, Wapres RI Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat
Tanam Pohon Cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru, Wapres RI Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat
Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres RI Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional
Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres RI Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Berita Terkait

Senin, 29 Juni 2026 - 18:11 WIB

Buka PERMATA CAI 2026, Wapres RI Ajak Santri Perkuat Karakter dan Keterampilan Wirausaha Untuk Hadapi Bonus Demografi

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:42 WIB

Tinjau Fasilitas Produksi Kendaraan Listrik, Wapres RI Dukung Penguatan Industri Nasional

Selasa, 23 Juni 2026 - 18:02 WIB

Wapres RI Apresiasi Pemain Sepak Bola Anak-Anak Jalanan Raih Juara Dunia

Senin, 22 Juni 2026 - 19:40 WIB

Terima IKA BEM Nusantara, Wapres RI Ajak Alumni Mahasiswa Bergandengan Tangan Bangun Bangsa dan Negara

Minggu, 21 Juni 2026 - 19:35 WIB

Dukung Hilirisasi Komoditas Unggulan Papua, Wapres RI Tinjau Sekolah Lapang Sagu Asmat

Minggu, 21 Juni 2026 - 18:53 WIB

Tanam Pohon Cemara di Gereja Katedral Salib Suci Baru, Wapres RI Dukung Keberlanjutan Pembangunan Rumah Ibadah di Asmat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:48 WIB

Buka Pesparawi Nasional XIV, Wapres RI Apresiasi Transformasi RTP Borarsi Jadi Pusat Kegiatan Nasional

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:45 WIB

Perkuat Potensi Perkebunan Papua Barat, Wapres RI Tanam Bibit Kakao di Manokwari Selatan

Berita Terbaru