Wapres RI Minta Filosofi “Satu Tungku Tiga Batu” Jadi Tatanan Kehidupan Bermasyarakat

Jumat, 14 Juli 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fakfak, Beritasumatera.com – Hari keempat rangkaian kunjungan kerja di Tanah Papua, pagi ini, Jumat (14/07/2023), Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin menghadiri pertemuan dengan Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Fakfak di Ballroom Hotel Grand Papua Fakfak, Jl. Mayjen D. I. Panjaitan No. 1 A Fakfak Utara, Kabupaten Fakfak, Papua Barat.

Pada kesempatan ini, Wapres memberikan apresiasi kepada masyarakat Fakfak atas upayanya dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Hal tersebut ditunjukkan dari Kabupaten Fakfak yang dikenal memiliki toleransi umat beragama yang tinggi, serta dikenal dengan falsafah “Satu Tungku Tiga Batu”.

Ketiga batu yang memiliki ukuran sama ini sangat kokoh dan kuat dan tahan panas, kemudian disusun membentuk lingkaran, sehingga mampu menopang kuali atau belanga yang akan digunakan untuk memasak. Analogi ini dimaknai sebagai prinsip masyarakat Fakfak yang mampu menyatukan adat, agama, dan pemerintah dalam kehidupan bermasyarakat.

Untuk itu, Wapres meminta agar filosofi ini tidak hanya menjadi slogan, tetapi juga dapat diimplementasikan dalam tatanan kehidupan masyarakat Fakfak.

“Filosofi ‘Satu Tungku Tiga Batu’ ini saya kira sesuatu yang harus, bukan hanya dilestarikan tapi diberikan nilai-nilai yang bisa menjadi pola hidup. Bukan hanya slogan, tapi dalam bentuk tatanan kehidupan kita bermasyarakat,” pesan Wapres.

Lebih dari itu, Wapres juga memberikan apresiasi kepada masyarakat Kabupaten Fakfak yang dapat menjaga kerukunan antarumat beragama dengan memegang teguh filosofi ‘Satu Tungku Tiga Batu’

“Saya gembira karena di Fakfak ini semuanya bisa hidup rukun dan saling membantu sesuai dengan falsafah ‘Satu Tungku Tiga Batu’,” ujarnya.

Menurut Wapres, filosofi yang sudah sejak lama dipegang oleh masyarakat Fakfak ini menjadi kunci terwujudnya kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Fakfak yang menjadi jembatan terwujudnya kerukunan di tingkat nasional.

“Kerukunan umat beragama adalah unsur utama daripada kerukunan nasional, sebab kalau umat beragama tidak rukun, ini kerukunan nasional akan terganggu,” kata Wapres mengingatkan.

“Kerukunan ini saya kira penting ya, sebab kerukunan nasional itu tidak akan terwujud [apabila] tidak ada kerukunan antar-agama,” imbuhnya.

Di sisi lain, Wapres menyebutkan Kota Ambon yang di tahun 2011 pernah mengalami peristiwa bentrok antarwarga akibat tidak eratnya kerukunan di wilayah tersebut, berdampak pada kerugian yang terjadi, seperti rusaknya sejumlah rumah warga dan kendaraan. Ia pun menegaskan peristiwa semacam itu tidak boleh untuk terulang kembali.

“Dan daerah-daerah yang pernah mengalami ketidak-rukunan itu dampaknya luar biasa, kemundurannya,” ungkap Wapres.

“Pernah terjadi di Ambon, itu jangan lagi terjadi di mana-mana. Itu sudah masa lalu yang tidak boleh terulang,” tegasnya.

Mengakhiri sambutannya, terkait program kerja yang sudah disiapkan pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan kesejahteran di Papua, Wapres berharap agar dapat mendapat dukungan penuh dari masyarakat.

“Harapannya tadi juga supaya semua program-program yang sudah dicanangkan itu didukung bukan [saja] oleh pemerintah daerah, tapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat,” pinta Wapres.

“Dan saya melihat bahwa Papua ini sesuai dengan arahan yang sudah kita canangkan supaya menjadi Papua yang cerdas, Papua yang sehat, dan juga Papua yang sejahtera. Ini yang ingin kita percepat pembangunannya,” pungkasnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Papua Barat Paulus Waterpauw menekankan kembali di hadapan Wapres dan seluruh peserta pertemuan, Kabupaten Fakfak akan berupaya penuh dalam menjaga masyarakat Kabupaten Fakfak yang rukun dan damai dengan berlandaskan semboyan Bhinneka Tunggal Ika.

“Itulah sekilas suara hati yang keluar dari para raja yang mendominasi pemerintahan di Kabupaten Fakfak ini. Kalau Bapak boleh lihat kemarin, kehadiran Bapak di mana masyarakat, mulai dari orang dewasa sampai anak-anak menjemput Bapak, itu bukan digerakkan tapi memang mereka bergerak sebagai bentuk kecintaan pada pemimpin,” tutur Paulus.

“Artinya, kebhinekaan itulah yang kami harap bisa diwujudkan di Kabupaten Fakfak ini,” tutupnya.

Sebelumnya, Wapres telah mendengar aspirasi dari tokoh agama dan masyarakat Kabupaten Fakfak yang disampaikan oleh enam orang perwakilan, yaitu Sekretaris Daerah Kabupaten Fakfak Ali Baham Temongmere, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Fakfak Ali Hindom, Ketua Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Fakfak Mohamad Don Dg. Husein, Tokoh Agama Katolik Kabupaten Fakfak Diakon Didimus Temongmere, Sekretaris Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Fakfak Willi Hegemur, dan Raja Pikpik Sekar Arif H. Rumagesan.

Salah satu tokoh Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kabupaten Fakfak Ali Hindom meminta adanya pendidikan bagi para pemuka agama di Kabupaten Fakfak.

“Kami menjaga kerukunan, di sini sangat baik komunikasi seluruh umat beragama. Kalau bisa tolong dibangun pesantren, pendeta katolik butuh sekolah. Kalau bisa ada sekolah agama untuk mendidik jadi imam, jadi pendeta,” ujar Ali.

Sejalan dengan hal tersebut, Tokoh Agama Katolik Kabupaten Fakfak Diakon Didimus Temongmere juga menyebutkan pentingnya peningkatan kualitas bagi tenaga terampil di bidang agama dan menuturkan perlu adanya perhatian terhadap kesejahteraan para pemuka agama yang aktif di rumah ibadah, baik masjid dan gereja.

“Kami butuh tenaga pelayanan dari seluruh agama di Fakfak. Karena tenaga terampil yang saleh dan salehah dapat membimbing dan menjaga umat beragama dengan baik. Kami butuh pembinaan-pembinaan yang dilangsungkan pihak gereja dan agama lain,” tutur Didimus.

“Tokoh-tokoh agama, terutama mereka yang di masjid dan gereja yang sudah bekerja tanpa pamrih perlu diperhatikan kesejahteraannya,” tambahnya.

Hadir pada kesempatan tersebut Pj. Gubernur Papua Barat Paulus Waterpau, Bupati Fakfak Untung Tamsil, beserta jajaran tokoh agama dan tokoh masyarakat Kabupaten Fakfak.

Sementara, Wapres didampingi oleh Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia, Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Pemerintahan dan Wawasan Kebangsaan Velix Wanggai, Deputi Bidang Administrasi Sapto Harjono Wahjoe Sedjati, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Umum Masykuri Abdillah, Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas, Tim Ahli Wapres Farhat Brachma dan Johan Tedja Surya, serta Wakil Ketua Badan Amil Zakat Nasional Moh. Mahdum. (DAS/SK/RJP–BPMI, Setwapres)

Berita Terkait

Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres RI Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global
Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres RI Tekankan Keamanan Jelang Pilkada
Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres RI Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri
Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres RI Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi
Tingkatkan Kerjasama Pendidikan, Indonesia dan Al-Azhar Siapkan Generasi Penerus Islam Wasathiyyah
Dukung Palestina, Indonesia-Al Azhar Perkuat Kerjasama Kemanusiaan
Tangkal Islamofobia, Wapres RI Bahas Islam Wasathiyyah dengan Grand Sheikh Al-Azhar
Kepada Peserta PPRA LXVI dan LXVII, Wapres RI Sampaikan Strategi Hadapi Tantangan dalam Pembangunan

Berita Terkait

Kamis, 11 Juli 2024 - 15:01 WIB

Hadiri Pertemuan FIATA RAP Meeting, Wapres RI Paparkan Potensi Industri Logistik di Asia Pasifik dalam Perdagangan Global

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:59 WIB

Beri Pembekalan kepada Capaja TNI-Polri 2024, Wapres RI Tekankan Keamanan Jelang Pilkada

Kamis, 11 Juli 2024 - 14:45 WIB

Kawal Visi Indonesia Emas 2045, Wapres RI Sampaikan Tiga Pesan Strategis kepada Capaja TNI-Polri

Kamis, 11 Juli 2024 - 12:01 WIB

Ancaman Terhadap Negara Semakin Kompleks, Wapres RI Minta Aparat TNI-Polri ‘Melek’ Teknologi

Rabu, 10 Juli 2024 - 21:45 WIB

Tingkatkan Kerjasama Pendidikan, Indonesia dan Al-Azhar Siapkan Generasi Penerus Islam Wasathiyyah

Rabu, 10 Juli 2024 - 20:42 WIB

Dukung Palestina, Indonesia-Al Azhar Perkuat Kerjasama Kemanusiaan

Rabu, 10 Juli 2024 - 16:21 WIB

Tangkal Islamofobia, Wapres RI Bahas Islam Wasathiyyah dengan Grand Sheikh Al-Azhar

Rabu, 10 Juli 2024 - 12:55 WIB

Kepada Peserta PPRA LXVI dan LXVII, Wapres RI Sampaikan Strategi Hadapi Tantangan dalam Pembangunan

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Warga Muba Ramai-ramai Dukung Herman Deru

Sabtu, 13 Jul 2024 - 06:29 WIB

Berita

Erick Thohir Dorong Pertamina Sebagai BUMN Kelas Global

Jumat, 12 Jul 2024 - 13:35 WIB