Bersama Asisten Menteri Keuangan AS, Kadin Indonesia Tegaskan Optimalisasi Transisi Energi Baru Terbarukan

Kamis, 11 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani (tengah) saat menjelaskan banyaknya peluang dan potensi investasi yang dimiliki Indonesia dalam sektor energi terbarukan kepada  Asisten Menteri Keuangan AS, Alexia Latortue, Kamis (11/07) di Jakarta.

Jakarta, 11 Juli 2024 – Dalam rangka mempercepat transisi menuju energi bersih, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia melalui Pokja Energi Transisi Kadin mengadakan pertemuan strategis dengan pemerintah Amerika Serikat. Pertemuan ini dihadiri oleh Asisten Menteri Keuangan AS, Alexia Latortue, untuk membahas mengenai peluang dan mengatasi tantangannya dalam investasi hijau melalui sektor EBT (Energi Baru Terbarukan) di Indonesia.

Pada pertemuan tersebut, Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Kemaritiman, Investasi, dan Luar Negeri Kadin Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, menjelaskan banyaknya peluang dan potensi investasi yang dimiliki Indonesia dalam sektor energi terbarukan. Indonesia juga merupakan negara yang memiliki NBS (Nature Based Solutions) terbesar kedua di dunia setelah Brazil, hingga 1,5 GtCO2/tahun.

“Indonesia memiliki sumber daya energi terbarukan dengan total 3.686 GW, yang terdiri dari tenaga surya sebesar 3.295 GW, tenaga air 95 GW, bioenergi 57 GW, tenaga angin 155 GW, energi panas bumi 24 GW, dan energi laut 60 GW. Namun, dari total kapasitas 3.686 GW tersebut, baru 12,54 MW yang telah dimanfaatkan. Dengan mengembangkan potensi ini, Indonesia dapat memiliki lebih dari 1,1 terawatt kapasitas energi terbarukan dan dapat menjadi pemimpin dalam transisi global menuju energi terbarukan,” ucap Shinta.

Sejalan dengan Shinta, Ketua Pokja Transisi Energi Kadin Indonesia, Anthony Utomo mengatakan investasi yang dilakukan oleh AS di Indonesia dapat membuka ruang lebih untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan, pengembangan teknologi hijau, serta menarik negara lain untuk turut serta berinvestasi di Indonesia pada sektor EBT. Namun, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi dalam mengimplementasikan hal ini, seperti infrastruktur yang perlu ditingkatkan, regulasi yang mendukung, dan kesiapan sumber daya manusia yang memadai.

“Maka dari itu, melalui Pokja Transisi Energi Kadin kami akan menjembatani dan menyatukan berbagai pemangku kepentingan utama di sektor energi terbarukan untuk bekerja sama dalam mengimplementasikan solusi-solusi inovatif dan berkelanjutan,” ucap Anthony.

Anthony juga mengatakan jika Pokja Transisi Energi Kadin telah menyiapkan tiga key initiatives untuk membantu menyiapkan perusahaan di Indonesia untuk menarik investor lokal maupun global, yaitu:

  1. Mendorong Implementasi Green Development Initiative:

Upaya ini berfokus pada pengembangan strategi menuju ekosistem industri hijau yang berkelanjutan dengan penggunaan energi bersih, baik dari sisi pasokan maupun permintaan. 

  1. Mengembangkan Renewable Energy Manufacturing:

Upaya ini bertujuan untuk mendukung kemandirian teknologi rantai pasok domestik, terutama dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia sesuai dengan roadmap TKDN Indonesia.

  1. Mengakselerasi Distributed Energy:

Upaya ini bertujuan untuk mempercepat distribusi energi atau pemanfaatan generator energi bersih mandiri untuk konsumsi industri, serta mendorong  penggunaan energi bersih melalui berbagai solusi inovatif yang disediakan oleh anggota kami.

“Melalui inisiatif-inisiatif tersebut Pokja Transisi Energi Kadin optimis dapat membantu meningkatkan daya saing perusahaan-perusahaan di Indonesia serta menciptakan nilai tambah di mata investor lokal maupun global. Adanya investasi yang dilakukan oleh Amerika Serikat ini merupakan bukti bahwa Indonesia memiliki potensi investasi yang menjanjikan pada sektor EBT,” ucap Anthony.

Sebagai informasi, Indonesia merupakan negara penerima investasi hijau terbesar di Asia Tenggara pada 2023, dengan total hampir US$1,6 miliar, tumbuh sekitar 28% dibanding tahun sebelumnya. Dengan angka ini, Indonesia menyumbang 25% dari total investasi di Asia Tenggara. Pada tahun 2023, Amerika Serikat juga telah berinvestasi di Indonesia sebesar US$500 juta dalam pembuatan panel surya dan modul surya. Amerika Serikat merupakan negara keenam dengan realisasi investasi terbesar di Indonesia, dimana nilai investasinya mencapai total USD9,4 miliar selama periode tahun 2018 hingga triwulan pertama tahun 2023. Dari total realisasi investasi tersebut, terdapat 5.683 proyek yang berhasil menyerap tenaga kerja sebesar 82.299 orang.

***

Tentang Kadin Indonesia

Berdiri pada tahun 1968 dan ditetapkan berdasarkan hukum pada 1987, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia merupakan organisasi payung bagi seluruh kamar dagang dan serikat bisnis Indonesia, termasuk kamar dagang yang berasal dari luar negeri di Indonesia. Kadin Indonesia bertindak selaku suara sektor swasta dan menjalin hubungan erat dengan pejabat pemerintahan. Misi Kadin Indonesia adalah untuk mendukung perkembangan pertumbuhan ekonomi di Indonesia secara vital, berkelanjutan, dan adil. Jaringan Kadin Indonesia yang mencakup 35 Kadin Provinsi dan 544 cabang distrik mewakili suara seluruh serikat bisnis meliputi semua sektor relevan dari ekonomi Indonesia. Bermitra dengan lembaga pemerintahan kunci, Kadin Indonesia merupakan mitra aktif dalam reformasi bisnis dan ekonomi. Kadin Indonesia adalah titik kontak pertama bagi perusahaan asing dan membuka pintu menuju sektor swasta di Indonesia yang dinamis.

Berita Terkait

AirAsia Travel Fair 2024 Hadir di Medan, Berikan Promo Istimewa Untuk Meningkatkan Pergerakan Wisatawan Dari dan Ke Indonesia
Honda HR-V dan Honda WR-V Raih Penjualan Tertinggi di Kelasnya Sepanjang Semester Pertama 2024
KAI Group Layani 218 Juta Penumpang Pada Semester I 2024
Erick Thohir Dorong Pertamina Sebagai BUMN Kelas Global
Explore 3 Kehebatan Kamera 50MP Galaxy Z Flip6 Terbaru!
Pertamina Grup Manfaatkan Energi Hijau untuk Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai
Pertamina Raih Penghargaan BUMN dengan Belanja B2B Terbaik untuk UMKM pada Tahun 2023
Menaker Apresiasi Kepatuhan Regulasi dan Kontribusi Pengembangan Talenta Digital Huawei di Indonesia

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:54 WIB

AirAsia Travel Fair 2024 Hadir di Medan, Berikan Promo Istimewa Untuk Meningkatkan Pergerakan Wisatawan Dari dan Ke Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 15:20 WIB

Honda HR-V dan Honda WR-V Raih Penjualan Tertinggi di Kelasnya Sepanjang Semester Pertama 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:51 WIB

KAI Group Layani 218 Juta Penumpang Pada Semester I 2024

Jumat, 12 Juli 2024 - 13:35 WIB

Erick Thohir Dorong Pertamina Sebagai BUMN Kelas Global

Jumat, 12 Juli 2024 - 12:14 WIB

Pertamina Grup Manfaatkan Energi Hijau untuk Komunitas Hidroponik Sehati Kota Dumai

Jumat, 12 Juli 2024 - 11:01 WIB

Pertamina Raih Penghargaan BUMN dengan Belanja B2B Terbaik untuk UMKM pada Tahun 2023

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:57 WIB

Menaker Apresiasi Kepatuhan Regulasi dan Kontribusi Pengembangan Talenta Digital Huawei di Indonesia

Jumat, 12 Juli 2024 - 10:14 WIB

Honda Prelude Concept Hadir di Ajang Goodwood Festival of Speed 2024

Berita Terbaru

Sumatera Selatan

Warga Muba Ramai-ramai Dukung Herman Deru

Sabtu, 13 Jul 2024 - 06:29 WIB

Berita

Erick Thohir Dorong Pertamina Sebagai BUMN Kelas Global

Jumat, 12 Jul 2024 - 13:35 WIB