Go Global, Pertamina Peringkat Tiga Perusahaan Terbesar versi Fortune 500 Asia Tenggara

Selasa, 18 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jakarta, 18 Juni 2024 – PT Pertamina (Persero) mengokohkan posisinya dalam jajaran perusahaan global dan regional dengan menempati peringkat ketiga terbaik dalam daftar Fortune 500 Asia Tenggara tahun 2024. Peringkat ini merupakan yang pertama kalinya dirilis oleh media internasional Fortune, untuk perusahaan-perusahaan besar dengan kinerja terbaik di Asia Tenggara. 

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan, di tengah tantangan bisnis dunia, Pertamina mampu bersaing dengan perusahaan global dari berbagai sektor, antara lain perusahaan minyak dan gas, perbankan, penerbangan dan lainnya. Capaiannya di posisi tiga terbesar di Asia Tenggara menunjukkan bahwa kinerja Pertamina terus bertumbuh seiring dengan kepiawaian strategi bisnisnya, sehingga Pertamina sangat diperhitungkan di kancah global dan regional.

“Pertamina telah mencatat kinerja positif di berbagai lini bisnis sejalan dengan strategi dan program inovasi yang dijalankan, terlebih dalam menghadapi tantangan bisnis yang penuh dinamika saat ini,” ujar Fadjar. 

Pada publikasinya yang dirilis Selasa (18/6), Fortune menerangkan, Asia Tenggara memiliki peran yang besar dalam perekonomian dunia pasca pandemic Covid-19. Namun demikian, perusahaan asal Asia Tenggara sangat terpapar oleh dinamika global seperti konflik geopolitik dan ketidakpastian pasar, sehingga banyak perusahaan mengalami penurunan pendapatan. Sementara, lima perusahaan terbesar Asia Tenggara, termasuk Pertamina, walau pendapatannya terkoreksi dinilai tetap menghasilkan pendapatan terbesar dibandingkan perusahaan sejenis di kawasan. 

Fadjar mengakui, kinerja Pertamina tahun 2023 tetap tumbuh. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan laba bersih hingga 17% pada akhir tahun 2023, dengan laba total sebesar US$ 4,77 miliar atau setara Rp 72,7 triliun (asumsi kurs Rp 15.255 per US$). EBITDA atau pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi sebesar USD 14,36 miliar. Angka ini naik 6 persen dibanding EBITDA di tahun 2022. Sementara, pendapatan konsolidasian tahun 2023 adalah sebesar USD 75,79 miliar.

Pertumbuhan kinerja ini juga ditandai dengan peringkat investasi dari berbagai lembaga pemeringkat internasional yang menetapkan Pertamina sebagai perusahaan dengan status layak investasi. Pertamina dinilai berhasil menjaga pertumbuhan bisnis intinya dengan hati-hati serta melakukan transisi energi yang lebih bersih. 

Fadjar menambahkan, kinerja operasional Pertamina juga semakin efisien di semua lini baik holding maupun sub holding melalui program cost optimization dengan kontribusi sekitar USD 1,1 miliar. Secara operasional, kinerja di semua subholding juga meningkat. 

Selain efisien, sambung Fadjar operasional Pertamina juga semakin ramah lingkungan sejalan dengan implementasi Environmental, Social, dan Governance (ESG) di seluruh lini bisnis. Pertamina menempati peringkat satu dunia dalam sub-industri Integrated Oil and Gas. Pertamina memimpin skor tertinggi dari 61 perusahaan dunia, berdasarkan peringkat dari Lembaga ESG Rating Sustainalytics. 

“Dengan dukungan seluruh stakeholder, Pertamina akan terus tumbuh menjadi perusahaan nasional yang terdepan dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi di Indonesia,” tandas Fadjar. 

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.

Berita Terkait

Jambore Kader PKK Provinsi Bengkulu 2026 Perkuat Sinergi dan Solidaritas Menuju Keluarga Sejahtera
Berdasarkan data rekapitulasi utang DBH tahun 2023 hingga 2026, kewajiban DBH tahun anggaran 2023 sampai dengan 2024 tercatat sebesar Rp254,51 miliar.
Piala Gubernur Bengkulu 2026 Resmi Ditutup
Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Mian: Catatan Akan Ditindaklanjuti
Evaluasi Pemda Jangan Sekadar Angka, Sekda Bengkulu Dorong Perbaikan Kinerja dan Pelayanan Publik
Sukses Gelar Sirnas B 2026, Pemprov Bengkulu Bidik Tuan Rumah Sirnas A 2027
Dari Bengkulu untuk Indonesia, Malam Puncak SIMPEDA Nasional 2026 Berlangsung Meriah
Jamsostek Award 2026 Disiapkan, Pemprov Bengkulu Dorong Perluasan Perlindungan Pekerja

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Jambore Kader PKK Provinsi Bengkulu 2026 Perkuat Sinergi dan Solidaritas Menuju Keluarga Sejahtera

Selasa, 25 Agustus 2026 - 00:02 WIB

Berdasarkan data rekapitulasi utang DBH tahun 2023 hingga 2026, kewajiban DBH tahun anggaran 2023 sampai dengan 2024 tercatat sebesar Rp254,51 miliar.

Senin, 24 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Piala Gubernur Bengkulu 2026 Resmi Ditutup

Senin, 24 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Tujuh Fraksi Terima Pertanggungjawaban APBD 2025, Wagub Mian: Catatan Akan Ditindaklanjuti

Senin, 24 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Evaluasi Pemda Jangan Sekadar Angka, Sekda Bengkulu Dorong Perbaikan Kinerja dan Pelayanan Publik

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Sukses Gelar Sirnas B 2026, Pemprov Bengkulu Bidik Tuan Rumah Sirnas A 2027

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Dari Bengkulu untuk Indonesia, Malam Puncak SIMPEDA Nasional 2026 Berlangsung Meriah

Jumat, 21 Agustus 2026 - 09:26 WIB

Jamsostek Award 2026 Disiapkan, Pemprov Bengkulu Dorong Perluasan Perlindungan Pekerja

Berita Terbaru