Joko Widodo: Proyek Food Estate Kolaborasi Kementerian Antisipasi Krisis Pangan

Sabtu, 19 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa proyek lumbung pangan atau food estate merupakan hasil kolaborasi kementerian dalam upaya mengantisipasi terjadinya krisis pangan di Indonesia. Menurut Presiden, kolaborasi tersebut juga merupakan satu proses yang tidak dapat terpisahkan.

“Ya itu yang kerja itu beberapa kementerian. Ada kementerian teknisnya Kementerian Pertanian, ada yang membuat land clearing, irigasi itu ada di Kementerian PU, ada yang berkaitan dengan cadangan strategis bisa juga di (Kementerian) Pertahanan,” ujar Presiden kepada awak media usai menghadiri peringatan Hari Konstitusi sekaligus Hari Ulang Tahun Ke-78 Majelis Pemusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) yang digelar di Gedung MPR RI, Jakarta pada Jumat, 18 Agustus 2023.

Presiden juga menegaMIan bahwa proyek lumbung pangan dibutuhkan untuk menampung cadangan pangan nasional. Apalagi, saat ini hampir semua kawasan masih menghadapi krisis pangan yang berdampak pada kenaikan harga bahan pangan.

“Yang namanya lumbung pangan, food estate itu harus untuk cadangan baik cadangan strategis, maupun nanti memang melimpah betul enggak apa-apa untuk ekspor karena negara lain membutuhkan sehingga dalam rangka ke sana,” katanya.

Dalam keterangannya, Kepala Negara menuturkan bahwa pengembangan lumbung pangan di sejumlah daerah di Tanah Air bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Angka keberhasilan panen pada tanaman, tambah Presiden, akan meningkat dan mulai normal pada tanaman keenam atau ketujuh.

“Tanaman pertama biasanya gagal, nanem kedua masih paling-paling bisa berhasil 25 persen. Biasanya ketujuh, keenam baru biasanya pada kondisi normal. Jadi tidak semudah yang kita bayangkan,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Presiden menyampaikan bahwa berbagai permasalahan pada proyek lumbung pangan dapat terus terjadi. Untuk itu, pemerintah akan melakukan evaluasi dan koreksi untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

“Jadi semuanya akan diperbaiki dan semuanya harus dievaluasi, harus dikoreksi, harus diulang. Kalau kita enggak berani, baru gagal pertama sudah mundur sampai kapan pun lupakan,” tandas Presiden.

Berita Terkait

Gubernur Helmi Hasan Hadir Langsung Bantu Masyarakat Sumatera Barat Terdampak Bencana Banjir
Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera Barat
Wapres RI Gibran Gandeng IKAPPI Perkuat Pasar Rakyat Lewat Penjualan Online
Pengamanan Laut Bengkulu Diperkuat, Pemprov Serahkan Tanah untuk Bakamla
Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh
BPSDM Provinsi Bengkulu Umumkan Kelulusan 100 Persen untuk PKA dan PKP 2025
Masuki Akhir Tahun, Wagub Mian Minta OPD Pemprov Maksimalkan Penyerapan Anggaran
Dukung Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045

Berita Terkait

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:49 WIB

Gubernur Helmi Hasan Hadir Langsung Bantu Masyarakat Sumatera Barat Terdampak Bencana Banjir

Kamis, 11 Desember 2025 - 09:42 WIB

Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Sumatera Barat

Rabu, 10 Desember 2025 - 18:22 WIB

Wapres RI Gibran Gandeng IKAPPI Perkuat Pasar Rakyat Lewat Penjualan Online

Rabu, 10 Desember 2025 - 11:29 WIB

Pengamanan Laut Bengkulu Diperkuat, Pemprov Serahkan Tanah untuk Bakamla

Rabu, 10 Desember 2025 - 10:59 WIB

Gubernur Bengkulu Serahkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Bencana di Aceh

Rabu, 10 Desember 2025 - 09:40 WIB

BPSDM Provinsi Bengkulu Umumkan Kelulusan 100 Persen untuk PKA dan PKP 2025

Selasa, 9 Desember 2025 - 10:26 WIB

Masuki Akhir Tahun, Wagub Mian Minta OPD Pemprov Maksimalkan Penyerapan Anggaran

Selasa, 9 Desember 2025 - 09:41 WIB

Dukung Peran Strategis Dharma Wanita Persatuan dalam Pendidikan Anak Bangsa untuk Indonesia Emas 2045

Berita Terbaru