Kak Na: Buah Naga Sabang, Meucrop Barang

Minggu, 10 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SABANG – Sensasi makan buah naga tentu semua orang tahu. Rasa manis serta sebaran bijinya yang krunchi serta kandungan airnya yang lumer saat di gigit tentu memberi kesan menyegarkan. Apalagi dinikmati saat lelah.

Kesan ini pula yang dirasakan oleh Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, saat menikmati buah naga pasca memanen langsung dari salah satu kebun warga, di Gampong Ie Meule Kecamatan Sukajaya, Minggu (10/6/2026).

“Buah Naga Sabang, meucrop barang,” itulah komentar singkat perempuan yang akrab disapa Kak Na itu usai menikmati gigitan pertama buah naga yang baru saja ia panen bersama Ketua TP PKK Kota Sabang Nuri Zulkifli.

Meucrop adalah ungkapan prokem bahasa Aceh. Meski tidak ada arti sejati dari ungkapan ini, namun meucrop biasanya diucapkan untuk menilai suatu makanan yang sangat nikmat, layaknya ungkapan ‘Maknyus” nan melegenda dari Almarhum Bondan Winarno, wartawan sekaligus pengamat kuliner kenamaan Indonesia.

Pada kesempatan tersebut, Kak Na mengapresiasi kreatifitas Hendri sang empunya kebun. Bersama sang istri Lisa Umami (50), pria berusia 60 tahun ini memanfaatkan lahan subur di sisi rumahnya untuk ditanami buah naga.

“Luar biasa Pak Hendri, kretifitas dan keuletannya bersama sang istri telah berhasil mengubah lahan tidur di sisi rumahnya menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi tinggi. Ini tentu bagus dan harus diduplikasi, “ ujar Kak Na.

Karena itu, Kak Na mengimbau masyarakat Sabang dan masyarakat Aceh secara luas untuk mencontoh apa yang telah dilakukan oleh Hendri dan sang istri.

“Masyarakat lain harus meniru, tidak harus buah naga, bisa juga menanam buah-buahan lain yang sesuai dengan jenis tanah Sabang dan memiliki potensi ekonomi yang tinggi,” ucap istri Gubernur Aceh itu.

“Untuk masyarakat Sabang dan para wisatawan yang berkunjung ke Sabang, mari datang ke kebun buah naga Pak Hendri. Datang, panen dan nikmati langsung dikebunnya. Buah naga nikmat dan murah meriah, hanya Rp25 ribu per kilogramnya. Jika kita beli di toko tentu akan jauh lebih mahal,” kata Kak Na berpromosi.

Sementara itu, Hendri sang pemilik kebun buah naga menjelaskan, saat ini produksinya belum bisa dipasarkan keluar Kota Sabang. Bahkan untuk memenuhi permintaan lokal saja dirinya masih kewalahan.

“Produksi kami belum bisa dikirim ke luar Bu, karena untuk memenuhi kebutuhan Sabang saja belum mencukupi. Sekali panen hanya mencapai 200-300 kilogram,” ungkap ayah dari lima orang anak itu.

Hendri mengungkapkan, minimnya produksi buah naga dikebunnya seluas lebih dari 5.000 meter persegi ini disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pupuk dan lampu penerangan.

“Pupuk masih kurang. Selain itu, kami butuh lampu untuk setiap pohon buah naga. Ini penting untuk rekayasa cahaya, karena buah naga itu membutuhkan paparan cahaya matahari minimal 14 jam per hari. Sementara daerah kita hanya menerima paparan cahaya matahari hanya 12 jam,” ungkap Hendri.

“Karena itu, lampu di setiap pohon buah naga penting untuk menambah waktu atas kekurangan paparan cahaya matahari dan mendukung proses potosintesis. Kecukupan cahaya dan proses potosintesis yang sempurna akan menambah jumlah produksi buah naga,” sambung Hendri.

Saat ini, Hendri bersama sang istri menanam sebanyak 700 batang buah naga. 300 batang di antaranya telah berproduksi, sedangkan 400 batang lainnya sudah mulai berbunga. []

Berita Terkait

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan
Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh
Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman
Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur
Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar
Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong
Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:43 WIB

Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:03 WIB

Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WIB

Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:40 WIB

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Senin, 8 Juni 2026 - 17:24 WIB

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:23 WIB

Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

Berita Terbaru