Pemerintah Aceh Prioritaskan Evakuasi, Pembukaan Jalur Transportasi, dan Distribusi Logistik Bagi Wilayah Terdampak Bencana

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Banda Aceh – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa penanganan darurat bencana banjir dan longsor yang kini melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh akan berpusat pada upaya evakuasi masyarakat, pembukaan kembali akses transportasi yang terputus, serta percepatan distribusi logistik ke seluruh daerah terdampak, terutama wilayah yang terisolir.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, dalam konferensi pers yang berlangsung di Sekretariat Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan Longsor, Sabtu (29/11) malam.

Sekda menjelaskan bahwa Pemerintah Aceh bersama BASARNAS dan instansi terkait terus melakukan evakuasi terhadap masyarakat di wilayah terdampak. Ia menambahkan bahwa pemerintah juga berupaya membuka kembali akses menuju Kabupaten Bener Meriah dan sekitarnya yang masih terisolir dengan membangun jembatan bailey agar distribusi logistik dapat berjalan lancar.

“Kita sudah mengirimkan alat berat, besok seharusnya sudah mulai bekerja untuk menyambung beberapa lokasi yang terputus, sehingga distribusi logistik dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Sekda.

Pada kesempatan tersebut, Nasir turut melaporkan distribusi logistik oleh Pemerintah Aceh berupa 10 ton beras yang telah dikirim ke wilayah Subulussalam, Pidie Jaya, dan Aceh Utara pada Jumat (28/11). Ia mengatakan, pada Minggu (30/11), pemerintah juga akan menyalurkan 10 ton beras ke wilayah Aceh Timur, Bener Meriah, Aceh Tengah, Gayo Lues, Singkil, dan Aceh Tenggara, serta 5 ton untuk Kota Langsa dan Aceh Tamiang, dan 3 ton untuk Beutong Ateuh di Nagan Raya.

Nasir menjelaskan bahwa bantuan logistik lainnya juga didistribusikan melalui BPBA bersama Dinas Sosial, Kodam IM, dan Polda Aceh. Seluruh distribusi logistik melalui jalur darat akan dipusatkan di posko terpadu pada setiap kabupaten/kota supaya penyaluran bantuan lebih tertib dan tepat sasaran.

Selain jalur darat, bantuan tambahan juga diangkut melalui kapal laut untuk wilayah Aceh Utara, Aceh Timur, Kota Langsa, dan Aceh Tamiang melalui Pelabuhan Krueng Geukueh dan Pelabuhan Kuala Langsa. Pemerintah Aceh turut memastikan ketersediaan energi dengan berkoordinasi bersama Pertamina agar pendistribusian LPG dan BBM dapat dilakukan melalui Pelabuhan Malahayati Aceh Besar, mengingat akses darat masih terputus.

Sementara itu, Wakil I Aster Kasdam Iskandar Muda, Kolonel Inf Fransisco, menjelaskan bahwa seluruh posko wilayah terdampak telah diinstruksikan untuk mendata koordinat desa yang masih terisolir, sebagai dasar penyaluran bantuan via udara. Ia mengakui bahwa kendala komunikasi sempat menghambat proses tersebut, sehingga bantuan perangkat Starlink telah dikirim ke wilayah Bener Meriah dan Takengon untuk memperlancar koordinasi.

Dukungan udara juga diperkuat dengan penambahan jumlah helikopter, dari sebelumnya tiga unit menjadi enam unit sesuai instruksi Menteri Pertahanan. Helikopter tersebut akan digunakan untuk membatu pemulihan jaringan listrik (yang ditargetkan dapat kembali berfungsi dalam dua hari) serta untuk menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat di lokasi yang belum dapat dijangkau melalui jalur darat.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, saling membantu, dan tidak melakukan tindakan yang dapat menghambat proses penanganan. Menurutnya, kerja sama masyarakat sangat dibutuhkan agar seluruh upaya percepatan penanganan dapat berjalan maksimal.

“Mohon doanya agar semua proses berjalan lancar. Insya Allah kita yang di pusat akan terus perhatian memberikan bantuan semaksimal mungkin,” ucapnya.

Pemerintah Aceh akan terus berkoordinasi dengan BNPB, Mabes TNI, dan Pemerintah Pusat untuk mempercepat proses evakuasi, penyaluran bantuan, serta pemulihan konektivitas di seluruh wilayah terdampak. Pemerintah mengajak seluruh masyarakat untuk tetap waspada, menjaga keselamatan, dan mendukung upaya penanganan yang sedang berlangsung demi percepatan pemulihan di seluruh daerah terdampak. []

Berita Terkait

Cegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU
Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM
Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026
Sekda Aceh Buka Bimtek Penilaian Maladministrasi, Dorong Penguatan Kualitas Pelayanan Publik
Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe
Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama
Sekda Nasir Tekankan Disiplin dan Kolaborasi ASN Setda Aceh
Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon, Mendagri Tekankan Pentingnya Publikasi
Tag :

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 19:49 WIB

Cegah Kegaduhan, Pemerintah Aceh Minta Pertamina Perbaiki Pelayanan SPBU

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:48 WIB

Pemerintah Aceh Telusuri Penyebab Kelangkaan Semen dan BBM

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:46 WIB

Jadi Role Model Nasional Layanan Transportasi Publik Gratis, Mualem Raih Transportasi Indonesia Award 2026

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:31 WIB

Sekda Aceh Buka Bimtek Penilaian Maladministrasi, Dorong Penguatan Kualitas Pelayanan Publik

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:57 WIB

Pemerintah Aceh Fasilitasi Peralihan RSUD Cut Meutia dari Aceh Utara ke Lhokseumawe

Rabu, 29 Juli 2026 - 17:08 WIB

Wagub Aceh Safari ke Sejumlah Dayah, Perkuat Silaturahmi dengan Ulama

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:50 WIB

Sekda Nasir Tekankan Disiplin dan Kolaborasi ASN Setda Aceh

Selasa, 28 Juli 2026 - 19:44 WIB

Aceh Masuki Fase Rehab-Rekon, Mendagri Tekankan Pentingnya Publikasi

Berita Terbaru