Pj Gubernur Safrizal: Upaya Penanggulangan Risiko Bencana adalah Kerja Kolaboratif

Kamis, 3 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH – Upaya Penanggulangan Risiko Bencana merupakan kerja kolaboratif yang harus terus dilakukan untuk menumbuhkan pemahaman di masyarakat. Dalam konteks Aceh, PRB adalah hal yang sangat penting dan tidak bisa dinomorduakan.

Hal tersebut disampaikan oleh Penjabat Gubernur Aceh Safrizal ZA, dalam sambutannya saat membuka Konferensi Nasional Pengelolaan Risiko Bencana Berbasis Komunitas XVI 2024, di Aula Rumoh PMI, Kamis (3/10/2024).

“Jika kita berkeinginan mengurangi korban jiwa dan harta benda akibat bencana, maka kegiatan seperti ini tentu harus masif dan terus kita perkuat. Dan, Bagi masyarakat Aceh, acara seperti ini tentu tidak boleh dinomorduakan,” ujar Pj Gubernur.

“Karena itu, saya hadir ke acara ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan serta memberi semangat kepada kawan-kawan yang selama ini fokus dalam bidang penanganan dan penanggulangan risiko kebencanaan. Apresiasi kami kepada teman-teman semua,” imbuh Pj Gubernur.

Safrizal mengungkapkan, besarnya korban jiwa pada bencana tsunami Aceh tahun 2004 silam, salah satu penyebabnya adalah minimnya pemahaman terkait manajemen risiko bencana.

“Pada saat itu, peralatan seperti early warning system tsunami tidak ada dan pengetahuan kita terkait tanda-tanda alam sebelum bencana terjadi juga minim. Inilah salah satu faktor yang menyebabkan besarnya korban jiwa,” kata pria yang pernah menjabat sebagai Pj Gubernur Kalimantan Selatan itu.

Karena itu, sambung Pj Gubernur, kegiatan seperti ini harus masif kita lakukan. Kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan identifikasi kemungkinan risiko bencana di suatu wilayah menjadi penting.

“Ini juga tentu yang mendasari dibentuknya basis komunitas seperti Desa Tangguh Bencana, Desa Tanggap Perubahan Iklim dan lainnya. Komunitas-komunitas ini tentu penting karena dibentuk berdasarkan risiko di setiap wilayah yang tentu berbeda beda,” ucap pria kelahiran Aceh Besar itu.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur juga mengungkapkan, saat ini dirinya sedang menggagas dibentuknya Kencana, yang merupakan akronim dari Kecamatan Tangguh Bencana.

“Kencana ini penting, karena jika dalam satu kecamatan hanya beberapa gampong saja yang paham PRB, maka kurang baik. Namun jika seluruh gampong di satu kecamatan memiliki pemahaman dan pemahaman yang sama, tentu akan sangat baik bagi upaya penanggulangan bencana di wilayah tersebut,” kata Pj Gubernur.

“Karena itu, para camat harus memiliki pemahaman terkait ini, sebab mereka akan menjadi pelatih menjadi agen dan penggawa bagi upaya penyadartahuan kepada masyarakat luas terkait PRB,” imbuh mantan Pj Gubernur Kepulauan Bangka Belitung itu.

Dalam sambutannya, Safrizal juga menegaskan, PRB merupakan kerja-kerja kolaboratif. Karena itu, semakin tinggi kesadarannya maka makin baik juga pemahaman masyarakat terkait bencana dan upaya kita dalam meminimalisir imbas buruk bencana akan membuahkan hasil yang maksmimal.

“Bersama, kita akan melakukan segenap usaha dan upaya. Mudah-mudahan teman-teman tetap semangat, karena kerja-kerja bapak ibu merupakan kerja-kerja kebaikan. Kita tidak meminta bencana dalam pelatihan ini, tapi ingin memperkuat kebersamaan dan pengetahuan terkait PRB,” ungkap lulusan terbaik STPDN angkatan pertama itu.

Untuk diketahui bersama, kegiatan ini merupakan rangkaian dari Peringatan 20 tahun Tsunami Aceh ini mengangkat tema ‘Membangun Ketangguhan Masyarakat Pesisir dan Pulau-pulau Kecil Indonesia’.

Kegiatan ini sudah dilakukan sejak Juli hingga 5 Oktober mendatang. Hingga saat ini, sudah 118 webinar digelar yang diikuti akademisi dan sejumlah elemen masyarakat. Kegiatan hari ini juga dilaksanakan secara hibrid yang diikuti oleh 151 peserta se-Indonesia. []

Berita Terkait

WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO
Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA
Pj Sekda Aceh Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Antisipasi Puncak Musim Hujan
Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender
WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH
Dek Fadh Pimpin Rapat Lanjutan Pembahasan Perubahan UUPA
Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026
WAGUB ACEH DEK FADH DAMPINGI KAPOLRI DI PIDIE, APRESIASI PENGUNGKAPAN LAB SABU ILEGAL DAN BANTUAN HUNTAP

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:15 WIB

WAGUB ACEH HADIRI MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1448 H DAN DOA BERSAMA PERINGATI SATU TAHUN BENCANA BANJIR DAN LONGSOR DI DATARAN TINGGI GAYO

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:11 WIB

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:07 WIB

Pj Sekda Aceh Pimpin Apel Kesiapsiagaan Bencana, Antisipasi Puncak Musim Hujan

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:14 WIB

Hadiri Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:07 WIB

WAGUB ACEH DEK FADH SERAHKAN BANTUAN BUFFER STOCK PENANGGULANGAN BENCANA UNTUK BENER MERIAH DAN ACEH TENGAH

Minggu, 25 Oktober 2026 - 23:23 WIB

Dek Fadh Pimpin Rapat Lanjutan Pembahasan Perubahan UUPA

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:34 WIB

Pj. Sekda Aceh Hadiri Pembukaan Meuseuraya Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 - 21:47 WIB

WAGUB ACEH DEK FADH DAMPINGI KAPOLRI DI PIDIE, APRESIASI PENGUNGKAPAN LAB SABU ILEGAL DAN BANTUAN HUNTAP

Berita Terbaru