Pj Ketua Dekranasda Aceh: Kreasi Penting, Namun Orisinalitas Tetap Harus Dijaga

Jumat, 29 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TAKENGON – Di era modern saat ini, memperkenalkan kebudayaan suatu daerah sangat membutuhkan kreasi dan inovasi. Namun, orisinalitas budaya tetap tidak boleh dilupakan, tetap harus dijaga dan dilestarikan.

Hal tersebut disampaikan oleh Pj Ketua Dekranasda Aceh Safriati, saat berdialog pada acara Cerak Senye Desember Kopi Gayo. Kegiatan yang dirangkai dengan Dialog Sengkewe Forum Beru Gayo, Baca Puisi dan Musik Kopi itu berlangsung di Galery Kopi Indonesia, Jum’at (29/11/2024) sore.

“Kreasi dan inovasi sangat dibutuhkan dalam mempromosikan budaya suatu daerah di era saat ini. Namun itu hanya sebuah cara untuk memperkenalkan kebudayaan kita, karena menjaga orisinalitas kebudayaan tentu jauh lebih penting,” ujar Safriati.

Karena itu, wanita yang di masa mudanya pernah mewakili Aceh pada pemilihan Siswa Teladan tingkat nasional itu menyambut baik event Desember Kopi Gayo yang digelar masyarakat dataran Tinggi Gayo besok (Sabtu, 30/11) di Bener Meriah.

“Kegiatan besok merupakan media yang sangat tepat untuk kita memperkenalkan adat dan budaya masyarakat Dataran Tinggi Gayo kepada masyarakat luas. Sebagai pra event, Cerak Senye ini juga sangat tepat untuk kita mengumpulkan ide dan gagasan yang akan dibahas dan digaungkan lebih besar lagi pada event utama besok,” kata Safriati.

Wanita yang akrab disapa Kak Nana ini mengungkapkan, saat ini Budaya Dataran Tinggi Gayo, khususnya Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman sangat diminati oleh masyarakat di luar Aceh, bahkan diperlombakan.

“Beberapa waktu lalu saya membuka secara resmi Festival Ratoeh Jaroe di Taman Mini Indonesia Indah. Pesertanya adalah siswi dari seratusan sekolah di Jabodetabek. Selama ini, Tari Ratoeh Jaroe dan Tari Saman menjadi kegiatan Ekstrakurikuler yang sangat diminati di Jabodetabek,” ungkap Safriati.

“Bayangkan, Tari dari wilayah paling ujung barat Indonesia, dilestarikan, ditarikan, diperlombakan nun di Ibukota negara. Saat masyarakat luar Aceh mulai mencintai dan turut melestarikan kesenian kita, maka kita harus juga melakukan lebih, karena itu, saya sudah membicarakan hal ini dengan Kadisbudpar Aceh, agar setiap sekolah juga menjadikan Tari Ratoh Jaroe dan Tari Saman serta tari dan budaya Aceh lainnya menjadi ekstrakurikuler di Aceh, sebagai sarana menjaga budaya dan tradisi,” sambung Safriati.

Sebagaimana diketahui, pada tahun 2011 Tari Saman ditetapkan oleh badan dunia UNESCO sebagai Warisan Budaya Dunia tak Benda dalam sidang yang diselenggarakan di Bali pada 24 November 2011 silam. Sementara itu, Tari Ratoeh Jaroe pernah dipentaskan pada Pembukaan Asian Games 2018 Jakarta-Palembang.

Saat itu, Tari Ratoeh Jaroe yang dipentaskan secara kolosal oleh 1.600 penari yang berasal dari pelajar SMA se-Jakarta berhasil memukau ribuan pasang mata yang memadati Stadion Gelora Bung Karno dan jutaan penonton lainnya yang menyaksikan di layar kaca.

Karena itu, wanita yang juga menjabat sebagai Pj Ketua TP PKK Aceh menegaskan pentingnya inovasi dan kreasi dalam memperkenalkan budaya suatu daerah. Dengan demikian masyarakat luas akan tertarik mempelajari dan mengenal masyarakat Gayo dan Aceh secara lebih luas.

Cerak Senye Desember Kopi Gayo dihadiri oleh Pj Ketua Dekranasda Aceh Tengah, Pj Ketua Dekranasda Gayo Lues, Pj Ketua Dekranasda Bener Meriah, Ketua DWP Aceh Tengah, Forum Beru Gayo, Perempuan Aktivis Lingkungan, Penulis dan Sastrawan Gayo, Duta Wisata serta Founder Desember Kopi yang juga penyair Aceh Fikar W Eda. []

Berita Terkait

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan
Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh
Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman
Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030
Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur
Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar
Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong
Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

Berita Terkait

Rabu, 17 Juni 2026 - 23:34 WIB

Pemerintah Aceh Dorong Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Kemiskinan

Senin, 15 Juni 2026 - 22:43 WIB

Intens Bahas Revisi UUPA, Pemerintah Aceh Berterimakasih pada Forbes dan DPR Aceh

Kamis, 11 Juni 2026 - 17:03 WIB

Gubernur Mualem dan SKK Migas Sepakat Revisi PoD Blok Andaman

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:57 WIB

Mukarramah Fadhlullah Terpilih Aklamasi Pimpin PERWOSI Aceh Periode 2026–2030

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:40 WIB

Di Hadapan Mendagri, Mualem Minta Percepatan Pemulihan Sawah dan Infrastruktur

Senin, 8 Juni 2026 - 17:24 WIB

Wagub Aceh Bersama Menteri Sosial Hadiri Open House Sekolah Rakyat di Aceh Besar

Senin, 8 Juni 2026 - 17:22 WIB

Terima Kunjungan BAM DPR RI, Sekda Aceh Dorong Penyelesaian Tuntas Persoalan Warga Eks Blang Lancang-Rancong

Sabtu, 6 Juni 2026 - 19:23 WIB

Bahas Rencana Kerja Perekonomian, Sekda Aceh Bidik Investasi dari Rusia

Berita Terbaru