Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh: Komisi VIII DPR RI Desak Penetapan Status Bencana Nasional

Rabu, 10 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Pertemuan penting antara Sekretaris Daerah Aceh, M. Nasir, dengan rombongan Komisi VIII DPR RI serta perwakilan Kementerian Sosial, BNPB, dan Kepala BPJPH Haekal Hasan digelar di Ruang Potda Kantor Gubernur Aceh, Rabu (10/11/2025). Rapat tersebut berlangsung penuh keprihatinan, saat berbagai pihak mendengarkan paparan dampak bencana banjir besar yang melanda hampir seluruh wilayah Aceh.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Ansory Siregar menegaskan bahwa skala bencana banjir Aceh telah jauh melampaui batas normal.

“Bencana ini harus menjadi bencana nasional,” kata Ansory.

Ansory juga menekankan perlunya percepatan tanggap darurat agar Aceh segera masuk tahap rehabilitasi dan rekonstruksi. “Kita harus bangun hunian sementara agar warga tidak terlalu lama bertahan di pengungsian,” tambahnya.

Anggota DPR RI Husni Thamrin mengkritik keras penanganan dari Kementerian Sosial. Ia menyebut Kemensos baru membangun 21 dapur umum yang hanya mampu melayani sekitar 100 ribu pengungsi.

“Sementara pengungsinya di Aceh lebih dari 900 ribu orang. Ini sangat tidak sebanding,” ungkapnya.

Ia juga meminta BNPB segera mengerahkan alat dan logistik dari provinsi lain yang tidak terdampak. “Apa yang kita punya di BNPB di daerah lain, tolong segera disalurkan ke Aceh,” tegasnya.

Anggota DPR lainnya juga menyuarakan hal senada: dengan kerusakan masif dan jumlah korban yang sangat besar, pemerintah pusat semestinya sudah menetapkan status bencana nasional. Mereka menilai BNPB terlambat memberikan data aktual kepada Presiden sehingga penanganan berjalan lambat.

“Banyak data asal bapak senang yang sampai ke Presiden. Akibatnya bencana di Aceh dan daerah lain terlihat seolah biasa saja,” kritik salah satu anggota DPR.

Sekda Aceh M. Nasir memaparkan bahwa bencana ini melanda 18 kabupaten/kota, di mana 15 daerah telah menetapkan status siaga darurat. Wilayah Aceh Tamiang menjadi yang paling parah dengan seluruh permukiman warga terendam lumpur.

“Kondisinya sangat luas dan masif. Di wilayah tengah mayoritas longsor, akses darat banyak yang terputus. Stok Bulog di sana juga semakin menipis,” jelas Nasir.

Ia juga mengungkapkan bahwa lebih dari 165 ribu rumah warga rusak, mulai dari kategori berat hingga ringan. Kerusakan sebesar itu, katanya, tidak mungkin ditangani Aceh tanpa dukungan penuh dari pemerintah pusat.

“Warga Aceh Tamiang kehilangan semua rumahnya. Mereka tidak akan mampu bangkit sendiri tanpa bantuan pusat. Kami mohon Komisi VIII mendorong perhatian serius pemerintah,” ujar Sekda.

Nasir turut menyinggung masalah ketidaksesuaian data yang dilaporkan para menteri kepada Presiden. Ia khawatir kebijakan yang diambil menjadi tidak tepat sasaran.

“Kami berharap Presiden mau mendengar langsung laporan dari bupati dan wali kota terdampak,” tambahnya.

Sekda menyesalkan bahwa menjelang hari ke-14 masa tanggap darurat provinsi, sejumlah masalah dasar masih belum teratasi.

“Lampu saja belum selesai. Jembatan-jembatan putus juga belum diperbaiki. Ini sangat mempengaruhi evakuasi dan distribusi bantuan,” tegasnya.

Rapat ditutup dengan desakan keras dari para anggota DPR agar BNPB segera mengusulkan penetapan Bencana Nasional Sumatra, termasuk Aceh yang menjadi episentrum kerusakan terparah. Mereka menilai percepatan kebijakan adalah satu-satunya cara menghindari krisis kemanusiaan yang lebih besar. []

Berita Terkait

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026
Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31
Plt Sekda Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat
Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang
Instruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana
Gubernur Mualem Bersama Kapolda dan Ketua DPRA Bahas Mitigasi Bencana
Plt. Sekda Aceh Terima Audiensi Forum Pimred Multimedia Indonesia-Aceh
Dek Fadh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 16:23 WIB

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

Kamis, 3 September 2026 - 22:48 WIB

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

Kamis, 3 September 2026 - 12:22 WIB

Plt Sekda Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

Rabu, 2 September 2026 - 23:56 WIB

Susun Rancangan Pergub, Mualem Dorong Percepatan Palayaran Krueng Geukuh-Penang

Rabu, 2 September 2026 - 23:13 WIB

Instruksi Gubernur Mualem kepada Distanbun, Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

Rabu, 2 September 2026 - 21:47 WIB

Gubernur Mualem Bersama Kapolda dan Ketua DPRA Bahas Mitigasi Bencana

Rabu, 2 September 2026 - 17:20 WIB

Plt. Sekda Aceh Terima Audiensi Forum Pimred Multimedia Indonesia-Aceh

Rabu, 2 September 2026 - 16:10 WIB

Dek Fadh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

Berita Terbaru