KAI Hadirkan Carbon Footprint di Access by KAI untuk Edukasi Peran Pelanggan Mengurangi Emisi Karbon

Rabu, 18 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warning: mysqli_query(): (HY000/1114): The table ‘(temporary)’ is full in /home/u6998656/public_html/wp-includes/class-wpdb.php on line 2345

KAI terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan moda transportasi ramah lingkungan dengan mendukung upaya penurunan jejak karbon (carbon footprint) melalui inovasi berkelanjutan. Salah satu langkah konkretnya adalah menyediakan fitur perhitungan emisi karbon pada tiket penumpang. 

“Fitur ini kini tersedia pada versi terbaru aplikasi Access by KAI yaitu versi 6.9.11 yang telah dirilis untuk pengguna Android di Play Store dan Iphone di App Store. Dengan fitur carbon footprint, pengguna dapat dengan mudah memantau estimasi emisi karbon perjalanan mereka sebagai bentuk dukungan mendorong ekosistem transportasi ramah lingkungan,” kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba. 

Dengan mencantumkan informasi carbon footprint pada tiket penupang di aplikasi Access by KAI, Anne mengatakan KAI memberikan data nyata yang menunjukkan bahwa kereta api adalah pilihan transportasi yang jauh lebih efisien secara pengeluaran karbon dibandingkan moda lainnya seperti mobil. Edukasi ini penting untuk mendorong kesadaran dan perubahan perilaku bertransportasi masyarakat.

“Perhitungan emisi karbon menunjukkan keunggulan kereta api sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Sebelumnya, KAI juga telah mengembangkan inovasi lain seperti teknologi face recognition untuk mengurangi sampah kertas dari cetak tiket dan penyediaan water station untuk mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai,” ungkap Anne.

Sebagai contoh, Anne menjelaskan perbandingan emisi karbon antara kereta api dan mobil pribadi pada rute yang sama. 

“Perjalanan seseorang menggunakan KA Probowangi dari Stasiun Surabaya Gubeng (SGU) ke Stasiun Ketapang (KTG) menghasilkan emisi karbon sebesar 2,94 kg CO₂e. Sementara itu, perjalanan dengan mobil pribadi di rute yang sama menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih tinggi, yakni 8,79 kg CO₂e, atau hampir tiga kali lipat lebih besar,” jelas Anne.

Perhitungan emisi karbon ini mengacu pada regulasi yang berlaku di Indonesia serta pedoman internasional seperti Kyoto Protocol, GHG Protocol, dan SNI ISO 14064-1:2018. Metode perhitungan ini mencakup emisi penggunaan energi serta emisi refrigeran pada moda transportasi. Validasi perhitungan dilakukan melalui studi literatur, benchmarking, dan diskusi dengan para ahli transportasi, konsultan carbon accounting, serta lembaga pemerintah terkait.

“Melalui aplikasi Access by KAI penumpang kini dapat melihat estimasi emisi karbon yang dihasilkan perjalanan mereka langsung di fitur Carbon Footprint. Dengan fitur ini, KAI berharap dapat meningkatkan kesadaran pelanggan mengenai dampak positif penggunaan kereta api terhadap pengurangan emisi carbon,” tukas Anne. 

Anne menambahkan bahwa fitur ini tidak hanya menjadi alat edukasi, tetapi juga bentuk transparansi untuk memastikan bahwa pelanggan dapat memahami kontribusi mereka terhadap pelestarian lingkungan. 

“KAI tidak hanya menyediakan layanan transportasi, tetapi juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan masa depan yang hijau dan berkelanjutan. KAI terus melakukan pengembangan pada aplikasi Access by KAI demi memberikan kemudahan bagi pelanggan. Salah satunya melalui fitur Carbon Footprint,” tutup Anne.

Note: Ayo update Access by KAI di handphone-mu sekarang dan mulai pesan tiket kereta untuk beralih ke moda transportasi ramah lingkungan!

Berita Terkait

Apoteker Hadir untuk Kemanusiaan, Pemprov Bengkulu Apresiasi Peran Relawan dalam Penanganan Bencana
Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bangkitkan Kreativitas, Wagub Mian Ajak Generasi Muda Bengkulu Siap Jadi Pemimpin Masa Depan
MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Resmi Dibuka, Sekda Herwan Antoni Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda
Masjid Agung Islamic Center Ketahun Bakal Diperluas, Wagub Mian Targetkan Pembangunan Pagar pada 2027
Anggaran Rp6 Miliar untuk Jalan Bukit Makmur–Giri Mulya, Wagub Mian Targetkan Pengerjaan 50 Hari
Lindungi Jalan yang Dibangun dari Uang Rakyat, Dishub Bengkulu Warning Truk Over Tonase
Catat Tanggalnya! Gebyar Merah Putih Digelar 11 Hari di Sport Center
DWP Provinsi Bengkulu Perkuat Peran Organisasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 09:27 WIB

Apoteker Hadir untuk Kemanusiaan, Pemprov Bengkulu Apresiasi Peran Relawan dalam Penanganan Bencana

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:19 WIB

Sumpah Pemuda Jadi Momentum Bangkitkan Kreativitas, Wagub Mian Ajak Generasi Muda Bengkulu Siap Jadi Pemimpin Masa Depan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:16 WIB

MUSDA VIII Pramuka Bengkulu Resmi Dibuka, Sekda Herwan Antoni Dorong Penguatan Karakter Generasi Muda

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:08 WIB

Masjid Agung Islamic Center Ketahun Bakal Diperluas, Wagub Mian Targetkan Pembangunan Pagar pada 2027

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Lindungi Jalan yang Dibangun dari Uang Rakyat, Dishub Bengkulu Warning Truk Over Tonase

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:48 WIB

Catat Tanggalnya! Gebyar Merah Putih Digelar 11 Hari di Sport Center

Selasa, 27 Oktober 2026 - 00:31 WIB

DWP Provinsi Bengkulu Perkuat Peran Organisasi dalam Pemberdayaan Perempuan dan Ketahanan Keluarga

Senin, 26 Oktober 2026 - 10:53 WIB

CPO Bengkulu Capai 1,5 Juta Ton per Tahun, Wagub Mian Perjuangkan DBH Sawit untuk Jalan Rakyat

Berita Terbaru