Kak Na Silaturrahmi dengan Kak Limah, Wanita Perkasa dan Cut Shofi di Aceh Utara

Selasa, 14 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aceh Utara – “Assalamu’alaikum Kak Limah, peu neupeuget nyan?? (Assalamu’alaikum Kak Limah, sedang perbaiki apa?” tanya Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, saat tiba di bengkel Halimah, Selasa (14/10/2025).

Halimah (43 tahun) adalah contoh perempuan perkasa di pedalaman Aceh Utara, tepatnya di Gampong Pante Bahagia Kecamatan Paya Bakong. Di depan rumahnya, Kak Limah membuka bengkel motor.

Menyadari kehadiran Kak Na, Kak Limah langsung bangkit dari melepaskan kunci pas dan berdiri menyalami Istri Gubernur Aceh itu.

“Wa’alaikumsalam, itamong ie bak meusen baroe, lon bongkar siat. (Wa’alaikumsalam, masuk air ke mesin, ini sedang saya bongkar)” kata Kak Limah menjelaskan.

Di kalangan Kombatan, Kak Limah merupakan orang yang berjasa. Selain membantu mencuci baju para Kombatan, ia juga kerap memberi makan Kombatan yang turun gunung.

Dulu, Kak Limah membantu suaminya, Kade (58 tahun). Kini, Kak Limah menjadi pemain utama, karena tangan sang suami telah mengalami cendera permanen. Meski masih bisa bekerja di bengkel, namun tidak bisa maksimal lagi.

“Hebat istri bapak ya, serba bisa,” ujar Kak Na pada sang suami.

“Apa kegiatan lain yang Kak Limah lakukan selain bengkel,” tanya Kak Na.

“Leu that, rah baje, pasang keramik jeut, peuget layang jeut ciet. Nyan layang lon peuget. Lon publoe ciet. (Banyak, cuci baju, pasang keramik bisa, buat layangan juga bisa. Itu layangan karya saya. Saya jual juga,” ujar Kak Limah berpromosi.

Saat ditanya tentang para mantan kombatan yang dulu ia bantu, Kak Limah menyampaikan, para mantan kombatan masih sering datang bersilaturrahmi

“Masih sering datang bersilaturrahmi. Prinsip saya, kita mausia hidup dalam masyarakat luas, harus ringan tangan membantu apa yang kita bisa. Dan, saya pun hanya niat membantu, tidak pernah meminta imbal balas atas apa yang saya lakukan di masa lalu,” kata Kak Limah.

“Yang saya mau, teman-teman jangan sombong saja, tetap bertegur sapa jika berjumpa, itu saja saya sudah sangat bahagia. Mengetahui mereka masih hidup, sehat dan sukses saja saya sangat bahagia,” sambung Kak Limah.

Anak Hebat itu Bernama Cut Shofi

Banyak cerita inspiratif tersaji dari kunjungan Kerja Ketua TP PKK Aceh Marlina Usman, ke pedalaman Aceh Utara hari ini.

Dalam perjalanan kembali dari pedalaman Kecamatan Paya Bakong,Kak Na, demikian ia akrab disapa, tiba-tiba meminta sopir menghentikan kendaraan yang mengantarnya.

Dua bocah perempuan di sisi jalan yang sedang kepayahan mendorong dua galon besar di atas kereta Sorong, memantik rasa keibuan Kak Na. Kedua bocah yang terkejut pun menghentikan kereta dorongnya.

“Dari mana ambil airnya nak, ini mau dibawa kemana? Tanya Kak Na.

“Dari sungai Bu, ini mau dibawa ke rumah untuk kebutuhan masak di rumah,” ujar Cut Shofi.

“Dimana rumahnya, sini bunda bantu,” ucap Kak Na sembari mengambil alih kendali kereta sorong. Kak Na pun mulai mendorong kereta bermuatan dua galon besar ke rumah Shofi. Di samping rumah Shofi, wadah penampungan air berjajar dan tersusun rapi.

Shofi bocah kelas 1 SMP adalah contoh anak hebat di pedalaman Aceh Utara. Shofi serta kakak dan adik-adiknya tinggal bersama sang kakek yang telah tua dan sakit-sakitan. Para bocah harus tinggal bersama sang kakek karena kedua orangtuanya telah berpisah.

Jika stok air di rumah habis, maka dirinya harus mengangkut air dari sungai karena di rumah mereka tidak ada sumur. Tak hanya mengangkat air, sepulang sekolah,Shofi bersama kakak dan adiknya saling membantu membereskan pekerjaan rumah lainnya.

Sesekali , Kak Na memeluk bocah Shofi, membelai rambut dan memotivasi Shofi. “Shofi anak hebat belajar yang giat ya nak. Nanti kalau Shofi ada keperluan sekolah yang mendesak, Shofi sampaikan ke famili yang punya akun tiktok, hubungi bunda via tiktok, Insya Allah bunda akan segera balas,” kata Kak Na, sebelum berpamitan.

Berita Terkait

Sekda Aceh Bahas Penanganan Banjir Bersama Bupati Aceh Timur
Kepiawaian Komunikasi Gubernur Mualem Dengan Pusat, 6.508 Pegawai Non-ASN Pemerintah Aceh Akan Ditetapkan Menjadi PPPK Paruh Waktu
Mukarramah Fadhlullah Tetap Bergerak Meski Akses Putus di Kuala Ceurape
Sekda Aceh Tinjau Penanganan Darurat Bencana dan Kerusakan Jalan di Aceh Utara
Wagub Fadhlullah Kawal Distribusi Bantuan dan Tinjau Penanganan Banjir di Aceh Tamiang
Ketua DWP Aceh Salurkan Bantuan bagi Warga Terdampak Banjir di Bireuen
Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh: Komisi VIII DPR RI Desak Penetapan Status Bencana Nasional
Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh, Pastikan Pelayanan dan Ketersedian Kebutuhan di Lokasi Bencana
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 13 Desember 2025 - 14:09 WIB

Sekda Aceh Bahas Penanganan Banjir Bersama Bupati Aceh Timur

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:24 WIB

Kepiawaian Komunikasi Gubernur Mualem Dengan Pusat, 6.508 Pegawai Non-ASN Pemerintah Aceh Akan Ditetapkan Menjadi PPPK Paruh Waktu

Jumat, 12 Desember 2025 - 23:18 WIB

Mukarramah Fadhlullah Tetap Bergerak Meski Akses Putus di Kuala Ceurape

Jumat, 12 Desember 2025 - 14:18 WIB

Sekda Aceh Tinjau Penanganan Darurat Bencana dan Kerusakan Jalan di Aceh Utara

Kamis, 11 Desember 2025 - 20:40 WIB

Wagub Fadhlullah Kawal Distribusi Bantuan dan Tinjau Penanganan Banjir di Aceh Tamiang

Rabu, 10 Desember 2025 - 22:13 WIB

Rapat Darurat Penanganan Banjir Aceh: Komisi VIII DPR RI Desak Penetapan Status Bencana Nasional

Rabu, 10 Desember 2025 - 20:24 WIB

Ketua Staf Ahli TP PKK Aceh, Pastikan Pelayanan dan Ketersedian Kebutuhan di Lokasi Bencana

Rabu, 10 Desember 2025 - 13:44 WIB

Mualem Bertahan di Aceh Singkil, Perkuat Penanganan Banjir

Berita Terbaru