Perkuat Sinergi, GNPIP Jawa Dorong Stabilitas Harga dan Ketahanan Pangan yang Berkelanjutan

Jumat, 21 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warning: mysqli_query(): (HY000/1114): The table ‘(temporary)’ is full in /home/u6998656/public_html/wp-includes/class-wpdb.php on line 2345

Jakarta, 21 Februari 2025​ – Sinergi mewujudkan stabilitas harga dan ketahanan pangan nasional melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) terus diperkuat. Bank Indonesia bersama Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPIP dan TPID) Jawa berkolaborasi memperkuat ekosistem pangan di daerah dalam penyelenggaraan GNPIP Wilayah Jawa 2025 bertema Sinergi Menjaga Ketersediaan Pasokan untuk Mendukung Pengendalian Inflasi Pengan dan Pertumbuhan yang Berkelanjutan pada hari ini (21/2) di Yogyakarta. GNPIP wilayah Jawa mengusung beberapa program strategis yang akan mengakselerasi hilirisasi dan ketahanan pangan dalam mendukung Asta Cita. Pertama, peningkatan produksi komoditas pangan strategis dengan intensifikasi pertanian melalui penggunaan bibit unggul, penyediaan sarana prasarana, dan pemanfaatan digital farming. Kedua, mendukung penyediaan pasokan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Kerja sama Antar Daerah (KAD) dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) terkait. Ketiga, penguatan peran off taker (BUMD/BUMDes Pangan) untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas pangan antar waktu dan antar wilayah melalui penguatan kelembagaan dan aspek permodalan.

Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia, Doni P. Joewono menyampaikan apresiasi kepada TPIP dan TPID, termasuk K/L yang telah bersinergi dan bekerja keras memastikan tingkat inflasi tahun 2024 terjaga di level 1,57% (yoy). GNPIP di 2024 mencatat capaian luar biasa diantaranya perluasan sebanyak 248 KAD, penyelenggaraan pasar murah lebih dari 18 ribu kali dalam setahun, serta menginisiasi lebih dari 500 program pertanian unggul, inovatif, dan berbasis digital (digital farming). Melalui keberlanjutan program GNPIP tahun 2025, Bank Indonesia mendukung penuh upaya membangun kemandirian pangan dan kesejahteraan masyarakat sektor pertanian khususnya di pedesaan, sebagai bagian implementasi program Asta Cita 6. Ke depan, tantangan cuaca, disparitas harga antarwilayah, dan pengelolaan pasca panen perlu dicermati dengan baik. Untuk menjaga stabilitas harga pangan tetap terkendali, terutama menjelang siklus HBKN Ramadan dan Idulfitri, semua pihak perlu memperkuat peran GNPIP. Bank Indonesia juga mengoptimalkan Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang menyasar pada peningkatan pembiayaan sektor prioritas yang mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja diantaranya sektor pertanian.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta, Beny Suharsono menekankan salah satu langkah strategis yang dilakukan dalam menjaga inflasi pangan Yogyakarta adalah melalui GNPIP. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik DIY, terdapat tantangan struktural bagi Yogyakarta berupa penurunan luas lahan tanam padi selama 4 tahun terakhir. Melihat tantangan tersebut, Pemerintah DIY menginisiasi program MRANTASI yaitu Masyarakat lan Pemerintah Tanggap Inflasi. Fokus utama program MRANTASI adalah mengembangkan skema Lumbung Mataraman untuk mengatasi keterbatasan lahan dengan pemanfaatan tanah kas desa. Sejalan dengan program GNPIP Jawa, pemerintah DIY juga mendorong pemanfaatan digital farming dan intensifikasi pertanian, meningkatkan pendapatan petani, mengurangi angka pengangguran di pedesaan, dan optimalisasi peran offtaker dalam menjaga stabilitas harga pangan. 

Penyelenggaraan GNPIP dirangkaikan dengan Rapat Koordinasi TPIP dan TPID Jawa yang dihadiri perwakilan Kementerian Koordinator Perekonomian, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Pertanian, Kemenko Pangan, Badan Pangan Nasional beserta seluruh perwakilan TPID wilayah Jawa untuk merumuskan berbagai rekomendasi dalam pengendalian inflasi. Beberapa rekomendasi tersebut antara lain mengoptimalkan implementasi kebijakan Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLP2B), mendorong intensifikasi pertanian di sentra produksi, dan meningkatkan partisipasi generasi muda (petani milenial) dan aplikasi teknologi di sektor pertanian.

Berita Terkait

Sekda Herwan Antoni Tekankan Disiplin ASN Saat Pimpin Apel di Dinsos Bengkulu
Pemprov Bengkulu Cari Solusi Penempatan Pegawai Pasca Peralihan Status BLK ke Kementerian Ketenagakerjaan
Wagub Mian Dorong Pemuda Bengkulu Berani Ciptakan Lapangan Kerja
Perkuat Tata Kelola Belanja Daerah, Pemprov Bengkulu Bersinergi dengan BPK
Bantu Warga Bangkit Pascakebakaran, Gubernur Helmi Serahkan Motor dan Mesin Jahit
BKD Bengkulu Tekankan Keseimbangan Potensi dan Kinerja ASN dalam Manajemen Talenta
Sinkronkan 36 Lokasi Lisdes, Pemprov Bengkulu Pastikan Listrik Tepat Sasaran
Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan HUT ke-58, Kepanitiaan Mulai Dibentuk

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 09:37 WIB

Pemprov Bengkulu Cari Solusi Penempatan Pegawai Pasca Peralihan Status BLK ke Kementerian Ketenagakerjaan

Rabu, 23 September 2026 - 07:54 WIB

Wagub Mian Dorong Pemuda Bengkulu Berani Ciptakan Lapangan Kerja

Senin, 21 September 2026 - 11:32 WIB

Perkuat Tata Kelola Belanja Daerah, Pemprov Bengkulu Bersinergi dengan BPK

Senin, 21 September 2026 - 09:28 WIB

Bantu Warga Bangkit Pascakebakaran, Gubernur Helmi Serahkan Motor dan Mesin Jahit

Senin, 21 September 2026 - 09:23 WIB

BKD Bengkulu Tekankan Keseimbangan Potensi dan Kinerja ASN dalam Manajemen Talenta

Senin, 21 September 2026 - 08:20 WIB

Sinkronkan 36 Lokasi Lisdes, Pemprov Bengkulu Pastikan Listrik Tepat Sasaran

Senin, 21 September 2026 - 08:15 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan HUT ke-58, Kepanitiaan Mulai Dibentuk

Rabu, 16 September 2026 - 09:12 WIB

Permudah Nelayan Urus Izin, Gerai Nasional Perizinan Kapal Resmi Hadir di Bengkulu

Berita Terbaru

Aceh

Wagub Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:09 WIB