Solusi Pendangkalan Alur Pulau Baai, AHY: Pelindo Harus Lakukan Pengerukan Tahap II, Target Selesai November 2025

Selasa, 16 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Solusi Pendangkalan Alur Pulau Baai, AHY: Pelindo Harus Lakukan Pengerukan Tahap II, Target Selesai November 2025

Published by Isan Haicing on

Usai meninjau alur Pelabuhan Pulau Baai Bengkulu, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan RI, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 12 Tahun 2025 tentang Penanganan Pulau Enggano dan Normalisasi Alur Pulau Baai. Rapat tersebut digelar di Balai Raya Semarak Bengkulu, Selasa (16/9).

Dalam kesempatan itu, AHY bersama Gubernur Bengkulu Helmi Hasan mendengarkan paparan dari sejumlah instansi terkait serta berdialog dengan warga Pulau Enggano secara daring. Menurutnya, persoalan pendangkalan alur Pelabuhan Pulau Baai merupakan isu serius karena mengganggu aktivitas pelayaran, menghambat distribusi bahan bakar minyak (BBM), serta berdampak langsung pada perekonomian Bengkulu.

AHY menjelaskan penanganan dilakukan melalui dua pendekatan, yakni aspek preventif dan aspek preservasi. Untuk aspek preventif, diperlukan monitoring dan evaluasi pasca pengerukan setiap semester agar kedalaman alur tetap terjaga. Sementara untuk aspek preservasi, operator pelabuhan wajib memastikan kontrak kerja dengan perusahaan pengerukan (dredging companies).

“Pelindo harus memastikan pengerukan tahap II yang ditargetkan selesai pada minggu keempat November 2025,” tegas AHY.

Selain itu, Pelindo juga ditugaskan menyelesaikan pekerjaan tambahan berupa normalisasi sand trap dan area abrasi dengan tenggat waktu 31 Juli 2026. AHY menekankan pentingnya penyelesaian dokumen perizinan terkait normalisasi pantai yang terabrasi melalui koordinasi lintas kementerian, termasuk Kementerian Perhubungan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Dalam Negeri, serta pemerintah daerah.

“Kementerian Perhubungan harus mengawasi Pelindo dalam menjaga kedalaman alur pelayaran sesuai linimasa yang disepakati. Kemenhub juga harus menyelesaikan adendum perjanjian konsesi, menerbitkan izin PKK tahap III, serta memastikan rute perintis penerbangan dan pelayaran beroperasi secara berkelanjutan,” papar AHY.

Ia menambahkan, Pemprov Bengkulu dan Pemkab Bengkulu Utara ditugaskan melakukan monitoring di Pelabuhan Pulau Baai dan Pulau Enggano sesuai Inpres 12/2025. Tim Satgas daerah juga diminta memetakan kebutuhan bantuan, mendistribusikannya bersama pemerintah pusat, serta menyampaikan laporan data bantuan yang sudah diterima maupun yang masih dibutuhkan.

Sementara itu, Gubernur Helmi Hasan menegaskan bahwa persoalan di Pulau Enggano bukan karena masyarakat kekurangan pangan, melainkan akibat kesulitan mendistribusikan hasil bumi.

“Persoalan inti adalah alur Pelabuhan Pulau Baai yang dangkal. Masyarakat Enggano tidak kelaparan, hasil buminya melimpah, tetapi karena kapal sulit beroperasi maka distribusi terhambat. Akibatnya, hasil bumi membusuk, pasokan BBM terganggu, dan kerugian mencapai Rp500 juta per hari,” jelas Helmi.

Helmi menambahkan, Enggano memiliki potensi luar biasa, seperti kelapa dan pisang berkualitas terbaik di dunia. Ia juga meminta perhatian pemerintah pusat terkait peningkatan Bandara Fatmawati Soekarno, kelanjutan pembangunan jalan tol yang menghubungkan Bengkulu dengan Sumatera Selatan, serta perbaikan jalan nasional menuju Pulau Baai sepanjang 12 kilometer yang rusak parah.

“Ibu-ibu yang melintas di jalan itu harus bertaruh nyawa karena jalan berlubang dilalui truk-truk besar. Kami berharap ‘oleh-oleh’ dari Pak Menko untuk segera mengatasi persoalan infrastruktur di Bengkulu,” pungkas Helmi.

Berita Terkait

Kopdes Merah Putih Segera Beroperasi, Pemprov Bengkulu Dukung Percepatan Realisasi Verval
HUT ke-81 PMI, Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan dan Pelayanan Masyarakat
Pemprov Bengkulu Satukan Visi Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih
Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Kemenag Bengkulu Rencanakan Puncak Hari Santri Nasional di Halaman Kantor Gubernur
Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Semarak Merah Putih 2026
Mulai Titik Nol Jalan Rawa Makmur, Gubernur Helmi Hasan Targetkan Banjir Teratasi dengan Anggaran Rp20 Miliar
Gubernur Helmi Hasan Prioritaskan Pendidikan pada 2027, Jalan Mulus Berlanjut, RSUD M. Yunus Direvitalisasi, Sekolah Dilengkapi Kipas Angin dan Dispenser

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:12 WIB

HUT ke-81 PMI, Herwan Antoni Tegaskan Komitmen Kemanusiaan dan Pelayanan Masyarakat

Rabu, 14 Oktober 2026 - 10:07 WIB

Pemprov Bengkulu Satukan Visi Dukung Program Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 14 Oktober 2026 - 09:02 WIB

Pemprov Bengkulu Tinjau Infrastruktur Pengendali Banjir Sungai Air Bengkulu, Perkuat Sinergi Lintas Sektor

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:10 WIB

Kemenag Bengkulu Rencanakan Puncak Hari Santri Nasional di Halaman Kantor Gubernur

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:54 WIB

Pemprov Bengkulu Matangkan Persiapan Semarak Merah Putih 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Mulai Titik Nol Jalan Rawa Makmur, Gubernur Helmi Hasan Targetkan Banjir Teratasi dengan Anggaran Rp20 Miliar

Selasa, 13 Oktober 2026 - 08:02 WIB

Gubernur Helmi Hasan Prioritaskan Pendidikan pada 2027, Jalan Mulus Berlanjut, RSUD M. Yunus Direvitalisasi, Sekolah Dilengkapi Kipas Angin dan Dispenser

Selasa, 13 Oktober 2026 - 01:57 WIB

Gubernur Helmi Hasan Dorong Pemerataan Air Bersih, 11.361 Sambungan Rumah Telah Terpasang di Tiga Daerah

Berita Terbaru