Seni Adaptasi Nandong Smong Meriahkan Panggung HKB Banda Aceh

Senin, 27 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDA ACEH — Panggung peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2026 di kawasan Car Free Day (CFD) Kota Banda Aceh, Minggu (26/4/2026), diramaikan oleh penampilan Seni Adaptasi *Nandong Smong* yang memadukan kearifan lokal dengan pesan edukasi kebencanaan.

Pertunjukan ini dibawakan oleh tim kolaborasi yang terdiri dari Generasi Edukasi Nanggroe Aceh (GEN-A), FASTANA-TDMRC Universitas Syiah Kuala (USK), mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan (MIK) USK, serta alumni Student Exchange KMITL–USK. Penampilan tersebut berhasil menarik perhatian masyarakat yang tengah beraktivitas di kawasan CFD.

Seni Adaptasi Nandong Smong merupakan pengembangan dari tradisi lisan masyarakat Simeulue yang menyampaikan pesan tentang tanda-tanda tsunami dan langkah penyelamatan diri. Karya ini pertama kali dikembangkan oleh Tim PECI dan PASMINA USK pada 2019, kemudian dikembangkan kembali oleh GEN-A agar lebih kontekstual dan relevan dengan generasi masa kini.

Dalam pertunjukan tersebut, pesan kebencanaan disampaikan melalui kombinasi puisi, musikalisasi, dan paduan suara yang menyentuh. Pembacaan puisi dibawakan oleh Denni Mulyani dan Ikrama Agung, sementara paduan suara dan musikalisasi puisi diisi oleh Mina Shafira, Raihana Ulfa, Nanda Perdana Wartin, Safiratun Nadia, Farras, Munadi, dan Ikmaldi Nabawi.

Direktur Eksekutif GEN-A, dr. Imam Maulana, yang juga merupakan pembina tim adaptasi *Nandong Smong* dan mahasiswa Magister Ilmu Kebencanaan USK, menekankan pentingnya pendekatan budaya dalam edukasi kebencanaan.

“Nandong Smong bukan sekadar seni pertunjukan, tetapi media edukasi yang hidup. Melalui pendekatan budaya, pesan kesiapsiagaan menjadi lebih mudah diterima dan diingat oleh masyarakat, terutama generasi muda,” ujarnya.

Menurut Imam, penggabungan unsur seni dan ilmu kebencanaan menjadi strategi efektif dalam membangun kesadaran risiko secara berkelanjutan. Ia juga menambahkan bahwa kearifan lokal memiliki peran penting dalam memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap bencana.

“Tradisi seperti Smong telah terbukti menyelamatkan banyak nyawa di masa lalu. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengemasnya kembali agar tetap relevan dengan konteks kekinian,” katanya.

Pembina Panitia HKB USK, Dr. Ir. Yunita Idris, ST, M.Eng.Structure., IPM, menyampaikan bahwa kolaborasi antara ilmu pengetahuan dan budaya lokal menjadi pendekatan strategis dalam edukasi kebencanaan.

“Pendekatan berbasis kearifan lokal seperti ini sangat penting untuk menjangkau masyarakat secara lebih luas. Ketika pesan disampaikan melalui budaya yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, maka pemahaman akan terbentuk lebih kuat dan berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia HKB USK, Salwa Fitria Ibrahim, menilai kehadiran Seni Adaptasi *Nandong Smong* menjadi salah satu daya tarik utama dalam rangkaian kegiatan HKB tahun ini.

“Kami ingin menghadirkan edukasi kebencanaan yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan membumi. Melalui seni, masyarakat bisa belajar tanpa merasa digurui,” katanya.

Peringatan HKB 2026 di Banda Aceh sendiri diselenggarakan melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan berbagai pihak seperti BNPB, BPBA, BPBD, Universitas Syiah Kuala, Universitas Ubudiyah Indonesia, Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banda Aceh, serta berbagai komunitas dan organisasi kemanusiaan lainnya.

Kolaborasi lintas sektor ini juga sejalan dengan upaya pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan serta poin 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. Pendekatan yang menggabungkan edukasi, budaya, dan kerja sama multipihak dinilai menjadi kunci dalam membangun masyarakat yang tangguh terhadap bencana.

Kehadiran Seni Adaptasi Nandong Smong dalam rangkaian kegiatan ini menjadi simbol bahwa upaya mitigasi bencana tidak hanya bergantung pada teknologi dan sistem peringatan dini, tetapi juga pada kekuatan budaya dan ingatan kolektif masyarakat.

Melalui pendekatan ini, diharapkan nilai-nilai kesiapsiagaan dapat terus diwariskan lintas generasi, menjadikan masyarakat Aceh semakin tangguh dalam menghadapi potensi bencana di masa depan.

Penulis,
Tim Publikasi dan Pemberitaan GEN-A

Berita Terkait

Wagub Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh
Terima Audiensi Angkasa Pura, Wagub Dek Fadh Dukung Penguatan Layanan dan Konektivitas Bandara SIM
Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga
Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera
Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak
Aceh Raih Peringkat 4 Nasional, Wagub Fadhlullah Apresiasi Perjuangan Kafilah
WAGUB ACEH BERTEMU KAFILAH MTQ NASIONAL XXXI DI SEMARANG, DORONG RAIH HASIL TERBAIK
Wagub Aceh Dukung Dua Atlet Menembak Aceh Berlaga di Asian Games 2026

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:09 WIB

Wagub Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Rabu, 23 September 2026 - 21:20 WIB

Terima Audiensi Angkasa Pura, Wagub Dek Fadh Dukung Penguatan Layanan dan Konektivitas Bandara SIM

Rabu, 23 September 2026 - 16:38 WIB

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Tim Revisi UUPA, Pastikan Kewenangan dan Kekhususan Aceh Tetap Terjaga

Rabu, 23 September 2026 - 16:36 WIB

Dek Fadh Ikuti Rakor Perkembangan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera

Selasa, 22 September 2026 - 08:18 WIB

Tambahan TKD Rp1,65 Triliun untuk Aceh, Anggaran Bencana Harus Bergerak

Minggu, 20 September 2026 - 07:35 WIB

Aceh Raih Peringkat 4 Nasional, Wagub Fadhlullah Apresiasi Perjuangan Kafilah

Sabtu, 19 September 2026 - 21:40 WIB

WAGUB ACEH BERTEMU KAFILAH MTQ NASIONAL XXXI DI SEMARANG, DORONG RAIH HASIL TERBAIK

Kamis, 17 September 2026 - 22:54 WIB

Wagub Aceh Dukung Dua Atlet Menembak Aceh Berlaga di Asian Games 2026

Berita Terbaru

Aceh

Wagub Dek Fadh Terima Kunjungan FPRMI Aceh

Kamis, 24 Sep 2026 - 12:09 WIB