Gubernur Helmi Hasan Dorong Transformasi Ekonomi Perhutanan Sosial, Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

Kamis, 2 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Helmi Hasan Dorong Transformasi Ekonomi Perhutanan Sosial, Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

Pemerintah Provinsi Bengkulu terus memperkuat transformasi ekonomi masyarakat berbasis sumber daya alam dan kawasan hutan melalui pengembangan kopi robusta serta Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menegaskan bahwa potensi besar yang dimiliki daerah, khususnya sektor kopi dan perhutanan sosial, harus mampu menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Salah satu penguat optimisme tersebut adalah posisi Bengkulu sebagai salah satu sentra kopi nasional. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Provinsi Bengkulu merupakan produsen kopi terbesar ke-5 di Indonesia, dengan produksi mencapai 55 ribu ton atau 7,23 persen dari total produksi nasional pada tahun 2023.

“Program ini adalah langkah nyata untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan Bengkulu, terutama kopi robusta, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di kawasan hutan melalui tata kelola usaha yang lebih baik,” ujar Gubernur Helmi Hasan.

Menurutnya, Provinsi Bengkulu memiliki potensi signifikan pada kopi robusta dan HHBK. Namun, tantangan pada aspek tata kelola usaha, kelembagaan, serta mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan bersama.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, pada awal tahun 2026 telah diluncurkan Program Kopi Merah Putih, yang menjadi salah satu strategi percepatan hilirisasi kopi dan penguatan ekonomi masyarakat desa.

Program tersebut kini sejalan dengan peluncuran Strategi dan Transformasi Ekonomi Komunitas Perhutanan Sosial (PS) yang fokus pada pengembangan model bisnis berbasis masyarakat.

Provinsi Bengkulu menjadi salah satu dari tujuh provinsi di Indonesia yang menjadi lokus intervensi program tersebut, dengan total dukungan anggaran sebesar USD 1.453.904 atau setara Rp23,55 miliar.

Dana ini akan digunakan untuk memperkuat kelembagaan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), peningkatan kapasitas usaha, akses pasar, serta pengolahan hasil produksi agar memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

Fokus intervensi program berada di Kabupaten Bengkulu Utara dan Kabupaten Rejang Lebong. Di Bengkulu Utara, sejumlah KUPS yang menjadi sasaran antara lain KUPS Mahkota Bukit Resam, KUPS Pesona Bukit Resam, KUPS Sumur Alam, KUPS Kopi Sako Lemo Nakai, serta KUPS Durian Tembaga.

Selain sektor perkebunan, program ini juga menyentuh pengembangan ekowisata dan ekonomi kreatif berbasis hutan, seperti KUPS Wisata Curug 9, KUPS Aroba Lemo Nakai, KUPS Dawen Lemo Nakai untuk produk ecoprint, serta KUPS Besambu Lemo Nakai untuk kerajinan HHBK.
Sementara di Kabupaten Rejang Lebong, penguatan difokuskan pada rantai nilai kopi melalui KUPS Maju Bersama, Sinar Harapan, Register Lima, Suko Makmur, dan Bingo Sanyok, yang bergerak pada produksi green bean kopi.

Gubernur Helmi Hasan optimistis program ini akan semakin memperkuat posisi Bengkulu sebagai salah satu sentra kopi robusta unggulan nasional.

“Bengkulu harus menjadi daerah yang mampu mengelola potensi alamnya untuk kesejahteraan rakyat. Kopi kita harus naik kelas, masyarakat kita harus lebih sejahtera, dan hutan kita tetap lestari,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, kelompok usaha masyarakat, lembaga pendamping, dan dukungan pembiayaan, Pemprov Bengkulu menargetkan terwujudnya transformasi ekonomi hijau yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat.

Berita Terkait

Gubernur Minta Respons Cepat Isu Publik, Tegaskan Tak Ada Kenaikan BBM dan Praktik Jual Beli Jabatan
Gubernur Bengkulu Tegas Larang Pemberhentian PPPK, Dorong Efisiensi Tanpa PHK
Menhan RI Kunjungi Bengkulu, Wagub Mian Sampaikan Kesiapan Lahan Pembangunan Lanud
Gubernur Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran
INI DAFTAR NAMA 54 PEJABAT YANG DILANTIK ESOLON III/IV BESERTA JABATAN BARUNYA HARI SELASA TANGGAL 31 MARET 2026.
Menuju Kawasan Industri Pulau Baai, Pemprov Bengkulu Himpun Pelaku Usaha
Transparansi untuk Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI
GEMPAR Bersihkan Pesisir, Pemerintah Ajak Warga Bengkulu Bangun Budaya Peduli Lingkungan

Berita Terkait

Kamis, 2 April 2026 - 03:26 WIB

Gubernur Helmi Hasan Dorong Transformasi Ekonomi Perhutanan Sosial, Bengkulu Dapat Dukungan Rp23,55 Miliar

Rabu, 1 April 2026 - 10:30 WIB

Gubernur Minta Respons Cepat Isu Publik, Tegaskan Tak Ada Kenaikan BBM dan Praktik Jual Beli Jabatan

Rabu, 1 April 2026 - 09:26 WIB

Gubernur Bengkulu Tegas Larang Pemberhentian PPPK, Dorong Efisiensi Tanpa PHK

Rabu, 1 April 2026 - 09:02 WIB

Menhan RI Kunjungi Bengkulu, Wagub Mian Sampaikan Kesiapan Lahan Pembangunan Lanud

Rabu, 1 April 2026 - 05:45 WIB

Gubernur Terbitkan Edaran, Larang PHK PPPK di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:29 WIB

Menuju Kawasan Industri Pulau Baai, Pemprov Bengkulu Himpun Pelaku Usaha

Selasa, 31 Maret 2026 - 09:24 WIB

Transparansi untuk Bantu Rakyat, Pemprov Bengkulu Serahkan LKPD 2025 ke BPK RI

Selasa, 31 Maret 2026 - 08:33 WIB

GEMPAR Bersihkan Pesisir, Pemerintah Ajak Warga Bengkulu Bangun Budaya Peduli Lingkungan

Berita Terbaru